Mbak Sharon, Representasi Anak Muda yang Berani Terjun ke Politik
FAJARLAMPUNG.COM, Yogyakarta — Di tengah minimnya keterlibatan anak muda dalam dunia politik, sosok Novita Mawar Sharon atau yang akrab disapa Mbak Sharon hadir sebagai representasi generasi muda yang berani terjun langsung ke dunia legislatif.
Berangkat dari ketertarikan sederhana, yakni sering berdiskusi dengan sang ibu tentang dunia perdewanan, langkahnya menuju kursi legislatif bukanlah sesuatu yang direncanakan sejak awal.
“Saya tidak punya background politik dari keluarga. Tapi karena sering ngobrol soal dunia legislatif, saya jadi tertarik untuk mencoba,” ujarnya.
Lahir dari keluarga pengusaha bengkel mobil tua, Novita Mawar Sharon menegaskan bahwa dirinya bukan berasal dari dinasti politik. Ayahnya menjalankan usaha bengkel mobil tua, sementara ibunya membantu usaha keluarga sekaligus mengurus rumah tangga.
Kesempatan untuk masuk ke dunia politik datang ketika adanya kebijakan kuota 30 persen keterwakilan perempuan. Ia kemudian mendapatkan dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk maju dan akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD.
“Awalnya orang-orang melihat saya sebelah mata, anak muda mau jadi anggota DPR ngapain. Tapi setelah masuk, tanggung jawabnya ternyata jauh lebih besar,” ungkapnya.
Sebagai anggota DPRD di Komisi A, Novita Mawar Saron ingin membawa perspektif baru dalam dunia politik, khususnya dari sudut pandang generasi muda.
Menurutnya, selama ini banyak anak muda yang aktif mengkritik berbagai permasalahan sosial, namun tidak memiliki ruang untuk menyalurkan aspirasi tersebut secara langsung.
“Masuknya anak muda ke legislatif adalah upaya menjadi perantara aspirasi. Kami membawa suara kaum muda dari lapangan menuju ruang sidang untuk diperjuangkan menjadi kebijakan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tugas seorang wakil rakyat tidak hanya mendengarkan, tetapi juga harus mampu memberikan solusi nyata.
Meski memiliki semangat tinggi, perjalanan Novita Mawar Saron tidak lepas dari tantangan. Sebagai pendatang baru, ia harus beradaptasi dengan lingkungan kerja yang didominasi oleh politisi senior dengan pengalaman panjang.
“Saya tidak memungkiri awalnya merasa kecil di tengah orang-orang hebat yang sudah sangat paham banyak hal. Namun, saya justru menjadikan momentum ini sebagai kesempatan emas untuk belajar langsung dari para senior,” katanya.
Namun, ia mengaku mendapatkan dukungan positif dari rekan-rekan sesama anggota dewan yang membantunya berkembang.
“Saya senang karena bisa kenal banyak orang hebat dan belajar dari mereka,” tambahnya.
Dengan gaya komunikasi yang santai dan pendekatan yang dekat dengan masyarakat, Novita Mawar Saron berupaya membangun citra sebagai politisi muda yang responsif dan terbuka.
Ia ingin membuktikan bahwa anak muda tidak hanya bisa mengkritik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi.
Ke depan, ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani terjun ke dunia politik dan mengambil peran dalam pembangunan.
“Kalau kita hanya mengkritik tanpa ikut terlibat, perubahan itu akan sulit terjadi,” tutupnya. (Aga)

