Syawalan PPMY Dorong Profesionalisme dan Kepedulian Sosial Pramurukti

‎FAJARLAMPUNG.COM, SLEMAN – Paguyuban Pramurukti Mandiri Yogyakarta (PPMY) menggelar syawalan dan halal bihalal di Kopi SACHI, Berbah, Kalasan, Minggu (19/4/2026) sebagai momentum mempererat kebersamaan sekaligus merumuskan langkah ke depan.
‎
‎Kegiatan ini diikuti puluhan anggota dari berbagai daerah dan menjadi ajang silaturahmi usai Ramadan.
‎
‎“Ini momen untuk saling memaafkan dan memperkuat kekompakan sesama pramurukti,” ujar Ketua Pelaksana, Hilmyiati.
‎
‎Ketua PPMY, Aliyanto, menegaskan harapan besar organisasi agar semakin berkembang dan dikenal luas.
‎
‎“Harapannya PPM ini bisa lebih mendunia. Kita ingin anggota bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, membuka channel, dan memperluas jaringan kerja,” katanya.
‎
‎Ia menambahkan, aktivitas anggota selama ini banyak dilakukan secara mandiri, termasuk menjalin relasi dari rumah sakit ke rumah sakit.
‎
‎Menurut Aliyanto, kegiatan PPMY tidak hanya sebatas pertemuan rutin setiap tiga bulan, tetapi juga aktif dalam aksi sosial.
‎
‎“Kita rutin menggelar bantuan sosial, terutama untuk anggota yang sedang sakit atau terkena musibah. Bentuknya bisa tali kasih, sembako, atau dukungan lainnya,” ujarnya.
‎
‎Ia menyebut bantuan biasanya diberikan saat pertemuan dengan nilai sekitar Rp150 ribu per anggota.
‎
‎Paguyuban yang telah berdiri hampir 17 tahun ini, lanjutnya, kini kembali diaktifkan setelah sempat vakum.
‎
‎“Saya termasuk pengurus baru. Kita hidupkan lagi organisasi ini agar lebih bermanfaat bagi anggota,” ucapnya.
‎
‎Ke depan, PPMY akan fokus memperkuat internal sekaligus mengajak kembali anggota lama yang sempat tidak aktif.
‎
‎“Kita ingin menyambung ‘benang yang sempat putus’,” katanya.
‎
‎Syawalan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para pramurukti sebagai caregiver lansia dan pasien.
‎
‎Selain mempererat silaturahmi, forum ini dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan kompetensi.
‎
‎“Profesi ini butuh kesabaran dan keterampilan. Lewat pertemuan seperti ini, kita saling menguatkan agar pelayanan tetap penuh kasih dan profesional,” kata Hilmiyati.
‎
‎Ia menambahkan, dari sekitar 100 anggota terdaftar, sekitar 30 orang hadir dalam kegiatan yang diikuti peserta dari Solo, Klaten, Magelang, hingga Bantul. (andriyani)
‎