Syawalan Sedekah Terapi Al-Maun Hadirkan Kebersamaan dan Kepedulian
FAJARLAMPUNG.COM, Bantul – Syawalan Bidang Sedekah Terapi dari Yayasan Peduli Yatim Piatu dan Dhuafa Al-Maun Yogyakarta berlangsung hangat dan penuh makna pada Jumat (3/4/2026), di Kopi Puncak Rindu, Guwosari, Pajangan, Bantul.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Pembina Yayasan Al-Maun DR., Drs. Agus Mulyono., BSc., M.M., Ketua Yayasan Ustadz Tunari, serta sekitar 50 terapis laki-laki dan perempuan yang selama ini aktif mengabdi kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Agus Mulyono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi tim sedekah terapi Al-Maun yang terus istiqomah menggelar kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa syawalan merupakan tradisi luhur bangsa Indonesia yang sarat nilai kebersamaan dan saling memaafkan.
“Syawalan adalah bentuk ketaatan setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, dilengkapi zakat dan saling memaafkan. Ini menjadi momentum mempererat ukhuwah,” jelasnya.
Ia juga memaparkan perjalanan Yayasan Al-Maun yang berdiri sejak Juni 2020 saat pandemi Covid-19, dan kini telah memasuki usia enam tahun dengan berbagai program sosial yang terus berkembang.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan sejumlah program unggulan yayasan, mulai dari penyediaan buka puasa bagi 250 anak yatim di tiga panti asuhan, program Jumat Berkah dengan 150 nasi bungkus untuk kaum dhuafa, hingga kegiatan Omah Ngaji bagi 80 ibu-ibu.
“Kami juga memiliki Pengajian Anak Sholeh untuk 60 remaja serta Sedekah Terapi yang melibatkan 80 terapis dengan layanan kesehatan seperti bekam, fasdhu, pijat, ruqyah, hingga bio elektrik,” paparnya.
Ia menambahkan, program sedekah terapi dilaksanakan secara rutin setiap Jumat dengan sistem keliling masjid di wilayah Yogyakarta.
“Alhamdulillah, jadwal tahun 2026 sudah tersusun rapi, tinggal pelaksanaan di lapangan,” ungkapnya.
Agus juga menekankan pentingnya peran donatur dalam keberlangsungan program. “Tanpa dukungan donatur, kegiatan ini tentu tidak berjalan optimal,” tegasnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Tunari mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kualitas diri pasca-Ramadan.
“Ada empat hal yang harus kita jaga, yaitu meningkatkan ketakwaan, berbuat baik kepada sesama, mudah memaafkan, dan gemar bersedekah dalam kondisi apapun,” pesannya.
Acara syawalan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan pembagian door prize yang menambah keakraban seluruh peserta. (waw)

