Wali Kota Yogyakarta Tekankan Nilai Saling Memaafkan dan Gotong Royong dalam Apel Halal Bihalal ASN
FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA — Wali Kota Hasto Wardoyo menekankan pentingnya sikap saling memaafkan dengan tulus serta membangun semangat gotong royong sebagai bagian dari nilai keimanan. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Apel dan Halal Bihalal Pegawai Pemerintah Kota Yogyakarta yang digelar di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (25/3).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, Hasto didampingi istri serta Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan beserta istri turut bersalaman dengan para ASN sebagai simbol kebersamaan dan saling memaafkan.
Dalam sambutannya, Hasto mengajak seluruh ASN untuk membuka lembaran baru dengan hati yang bersih setelah momentum Hari Raya. Ia menegaskan pentingnya memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menjaga hubungan baik antar sesama demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Sebagai manusia, kita bersama ikhlas, saling memaafkan. Yang lalu-lalu jangan diingat, tapi kita perbaiki diri kita, keimanan kita, hubungan kita dengan sesama, untuk kita bersama lebih baik ke depannya, di hadapan Sang Khalik maupun bagi masyarakat Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Menurut Hasto, momentum Halal Bihalal tidak hanya dimaknai sebagai tradisi seremonial, tetapi juga sebagai titik awal memperkuat komitmen pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ia berharap semangat saling memaafkan dapat meringankan langkah para ASN dalam menjalankan tugas, baik sebagai pelayan masyarakat maupun sebagai bagian dari kehidupan sosial.
Selain itu, Hasto juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah daerah ke depan. Ia menyebut adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, menurunnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD), hingga potensi krisis energi yang perlu diantisipasi bersama.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta akan memfokuskan program pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat serta penyelesaian berbagai persoalan di tingkat kota.
Beberapa program prioritas yang akan terus digalakkan di antaranya gerakan kebersihan lingkungan, pengelolaan dan pemilahan sampah, serta penguatan gerakan MAS JOS masyarakat. Di samping itu, pembangunan di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi rakyat juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Program-program tersebut mencakup berbagai upaya, mulai dari pencegahan stunting, pembangunan keluarga, menjaga kesehatan mental masyarakat, pemberdayaan lansia, hingga program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga mendorong penguatan ekonomi rakyat melalui program Wamira serta pengembangan sektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Hasto menegaskan, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan yang inklusif, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, difabel, perempuan, anak, serta masyarakat kurang mampu.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimis dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta menjaga stabilitas ekonomi di Kota Yogyakarta,” imbuhnya. (Aga)

