Ratusan Paket Gulai Kambing Dibagikan Setiap Kamis Ramadan di Masjid Gedhe Kauman

FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Para jamaah tetap memadati Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta meski hujan deras mengguyur sejak siang, menunjukkan semangat berbuka puasa bersama, kata panitia.
‎
“Tradisi pembagian gulai kambing ini berlangsung puluhan tahun,” ujar pengurus masjid menegaskan warisan Ramadhan tetap dijaga warga lintas generasi di kota.
‎
Setiap Kamis Ramadhan, panitia menyiapkan ratusan paket takjil berisi nasi dan gulai kambing hangat, “semua untuk jamaah tanpa kecuali,” jelas panitia.
‎
Bungkusan coklat ditata rapi sejak pukul 16.30, petugas menambahkan tiga kurma dan teh melati hangat, “agar jamaah nyaman menunggu waktu berbuka,”.
‎
Aroma teh melati semerbak memenuhi serambi masjid, menghadirkan suasana khusyuk di tengah hujan deras, “ini berkah Ramadhan,” kata seorang jamaah setempat.
‎
Sebelum berbuka, jamaah duduk mendengarkan ceramah ustaz yang mengulas makna puasa dan kepedulian sosial, “Ramadhan momentum berbagi,” tuturnya kepada peserta kajian.
‎
Mereka juga diberi kesempatan bertanya langsung tentang ibadah dan kehidupan, “dialog ini mempererat ukhuwah,” kata ustaz disambut anggukan para jamaah hadir.
‎
Saat sirine berbunyi, adzan Maghrib menggema, jamaah serentak membuka bungkusan coklat itu, “rasanya istimewa setiap tahun,” ujar seorang pemuda asal Sentolo dengan antusias.
‎
Panitia menyebut tradisi ini mencerminkan solidaritas sosial masyarakat Yogyakarta, “kebersamaan menjadi ruh kegiatan berbagi takjil setiap Ramadhan,” kata koordinator program masjid.
‎
Meski hujan turun deras, antrean panjang tetap terbentuk, “cuaca tidak menghalangi niat berbuka bersama,” ujar seorang ibu yang datang sejak siang.
‎
Pengurus menegaskan kegiatan rutin ini dibiayai donasi masyarakat dan jamaah, “partisipasi publik menjadi kekuatan utama menjaga tradisi berbagi setiap tahun,” katanya.
‎
Tradisi gulai kambing di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta terus lestari, “semoga menginspirasi kepedulian sosial dan persatuan umat Indonesia,” ujar tokoh masyarakat. (waw)