Pengukuhan PSM Jateng dan DIY Tegaskan Komitmen TNI AD Lestarikan Pencak Silat
FAJARLAMPUNG.COM, Semarang – Pengurus Pencak Silat Militer (PSM) Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dikukuhkan di GOR Patriot Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Jumat, (6/2/2026).
Pengukuhan ini menegaskan langkah TNI Angkatan Darat dalam merawat pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus sarana pembinaan prajurit.
“PSM bukan sekadar bela diri, tetapi bagian dari jati diri prajurit,” kata Kasiops Kasrem 072/Pamungkas Letkol Inf Kresna Santy Dharma.
Pengukuhan dipimpin Kepala Dinas Jasmani TNI AD Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah. Prosesi ditandai pembacaan surat keputusan pengurus daerah dan penyerahan bendera PSM.
Acara dilanjutkan demonstrasi kemampuan dari sejumlah perguruan pencak silat serta penampilan Pencak Silat Militer.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pencak silat hidup, berkembang, dan adaptif di lingkungan militer,” ujar Andri.
Letkol Inf Kresna Santy Dharma, yang juga menjabat Ketua Pengprov PSM DIY, menegaskan pengukuhan ini merupakan bentuk komitmen konkret TNI AD.
Menurut dia, pencak silat militer tidak hanya memperkuat fisik prajurit, tetapi juga membangun mental, disiplin, dan karakter.
“Ini adalah investasi pembinaan jangka panjang bagi prajurit,” katanya.
Ia menambahkan, Pengprov PSM DIY siap bersinergi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta seluruh perguruan pencak silat. Kolaborasi ini, kata Kresna, penting untuk mendorong kemajuan pencak silat sekaligus menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa.
“Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari unsur IPSI Jawa Tengah dan DIY serta perwakilan perguruan pencak silat.
Mereka sepakat menjadikan PSM sebagai bagian dari pembinaan tradisi dan penguatan jati diri prajurit TNI AD.
Sejumlah pejabat Kodam IV/Diponegoro, para Danrem, Dandim, Dan/Danyon, serta tokoh pencak silat se-Jawa Tengah dan DIY turut hadir dalam kegiatan tersebut.(Waw)

