Menteri Ekraf Bahas Tantangan dan Strategi Banjarbaru Menuju Kota Kreatif
FAJARLAMPUNG.COM, Jakarta, 5 Februari 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya penguatan ekosistem kreatif dari berbagai daerah. Geliat ekonomi kreatif dari daerah diharapkan mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Kementerian Ekraf ke depannya lebih banyak memfokuskan untuk kegiatan-kegiatan yang mendukung Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ekraf sehingga bisa menghasilkan nilai tambah yang signifikan dan terus meningkat,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam pertemuan dengan Pemerintah Kota Banjarbaru yang berlangsung di Autograph Tower pada Kamis, 5 Februari 2026.
Pada awal tahun 2026, Banjarbaru juga melantik Komite Ekonomi Kreatif sebagai langkah strategis membangun ekosistem ekraf yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan. Komite Ekraf Banjarbaru diharapkan mampu menjadi motor penggerak sektor kreatif daerah unggulan dengan inovasi berbasis komunitas.
“Dengan networking bersama Pemerintah Daerah Banjarbaru dan Komite Ekraf, kita bisa lebih menjalin kolaborasi dan komunikasi menuju pengembangan Banjarbaru sebagai Kota Kreatif,” imbuh Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Kolaborasi bersama Kementerian Ekraf akan diusahakan melalui pemetaan dan database ekraf (database mapping). Dengan begitu pendataan terhadap pegiat ekonomi kreatif untuk 17 subsektor bisa terintegrasi dalam program bantuan, pelatihan, maupun fasilitasi dari pemerintah yang tepat sasaran.
“Tugas Kementerian Ekraf bersama Pemda yaitu mengkurasi para pegiat ekraf mana yang mau dibawa dari local hero ke tingkat nasional dan dilanjutkan dari national champion go global. Jadi, mereka bisa mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau investor dari bisnis financing dengan pasar yang tepat,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Kementerian Ekraf Rian Syaf memaparkan 17 subsektor ekonomi kreatif yang dikelompokkan menjadi empat klaster dengan 7 subsektor prioritas nasional. Dibahas pula tantangan dan strategi pengembangan ekraf melalui pembentukan nomenklatur dinas ekraf terkait di daerah serta program-program unggulan Kementerian Ekraf 2026 demi mencapai target investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.
“Harapannya semua kepala daerah bisa menganggap penting untuk membuat nomenklatur ekraf biar semangat ekonomi kreatif lebih hidup di daerah. Tahun ini diharapkan ada 30 provinsi dan 89 kabupaten/kota yang sudah punya nomenklatur ekonomi kreatif yang bisa digabungkan dengan dinas terkait atau mandiri,” harap Rian Syaf.
Demi mengakomodasi pertumbuhan industri kreatif, Pemerintah Kota Banjarbaru menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Perda ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum, fasilitasi, dan arah kebijakan yang komprehensif bagi 17 subsektor ekraf yang ada di Banjarbaru.
“Kami sudah siapkan roadmap atau peta jalan Banjarbaru menuju Kota Kreatif. Alhamdulillah, respon audiensi hari ini berjalan baik dan bisa menyelaraskan linear dengan dukungan program-program dari Kementerian Ekraf yang bisa dikolaborasikan bersama Kota Banjarbaru,” ucap Narwanto sebagai Ketua Harian Komite Ekraf Banjarbaru.
“Tujuan dari pembentukan Komite Ekonomi Kreatif adalah mengakselerasi dan mengorkestrasi dari seluruh potensi ekraf yang ada di Banjarbaru. Semua unsur hexahelix nanti harus bekerjasama dan berkolaborasi untuk pengembangan ekonomi kreatif melalui Kota Kreatif, terutama terkait 3 subsektor yang menonjol seperti kriya, kuliner, dan fesyen,” imbuh Narwanto.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Anggara Hayun Anujuprana serta Tenaga Ahli Menteri Panji Purboyo. Hadir pula Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby beserta jajaran pengurus Komite Ekraf Banjarbaru.
Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

