Kohati Pandeglang Soroti Peran Perempuan di Tengah Ekonomi Sulit dan Maraknya Judi Online
FAJARLAMPUNG.COM, Pandeglang – Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wati (Kohati) Kabupaten Pandeglang menggelar reuni akbar sekaligus diskusi publik di Aula Serbaguna Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pandeglang, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Perempuan sebagai Korban Ganda: Ekonomi Sulit dan Suami Kecanduan Judi Online”. Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Pengelola TV dan Radio Diskominfo dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang, Maya Afriyani; Psikolog sekaligus Akademisi dan Trainer Candidate Doctoral, Tia Rahmania; serta Kepala DP2KB3A Kabupaten Pandeglang, Ghomas Rahadian, yang diwakili Hj. Suheliah.
Ketua Umum Kohati Pandeglang, Ila Nurkholipah, mengatakan diskusi publik ini sengaja digelar sebagai ruang pembelajaran bagi seluruh kader Kohati, khususnya dalam memahami posisi dan peran perempuan di tengah kondisi ekonomi yang sulit serta maraknya kasus kecanduan judi online di kalangan suami.
“Diskusi ini penting agar perempuan mampu menentukan sikap dan langkah yang tepat di tengah tekanan ekonomi dan persoalan rumah tangga akibat judi online, yang sangat berpengaruh terhadap keharmonisan keluarga,” ujar Ila.
Ia menilai selama ini perempuan masih cenderung pasif dalam diskusi publik, padahal perempuan kerap menjadi pihak yang paling terdampak atau korban ganda. Menurutnya, suara dan sikap perempuan sangat menentukan arah dan masa depan rumah tangga.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Psikolog dan Akademisi Tia Rahmania. Ia menilai langkah Kohati Pandeglang sudah tepat dalam memberikan pencerahan kepada perempuan, terutama terkait hak mereka untuk memperoleh kehidupan yang layak di tengah tingginya angka perceraian akibat kecanduan judi online.
“Diskusi publik ini memberikan pencerahan, khususnya bagi perempuan, agar lebih berdaya dan sadar akan hak-haknya,” ungkap Tia. Ia berharap Kohati Pandeglang ke depan semakin intens memberikan edukasi kepada perempuan di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan Pengelola TV dan Radio Diskomsantik Pandeglang, Maya Afriyani. Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu terus ditingkatkan intensitasnya, terutama dalam mendorong peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga.
“Partisipasi perempuan saat ini cukup tinggi. Harapannya bukan hanya menjadi momentum sesaat, tetapi benar-benar mampu meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menjaga keharmonisan rumah tangga dan menentukan masa depan keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Kepala DP2KB3A Pandeglang, Hj. Suheliah, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai tonggak keberhasilan dalam membangun rumah tangga yang rukun.
“Perempuan berperan penting dalam menentukan arah keluarga. Yang paling utama adalah menurunkan angka perceraian, karena keutuhan rumah tangga akan melahirkan generasi dan pemimpin yang berintegritas,” pungkasnya. (Denni)

