Volume Angkutan Barang KAI Daop 6 Yogyakarta Capai 380 Ribu Ton pada 2025
FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Pertumbuhan kinerja angkutan barang KAI Daop 6 Yogyakarta sepanjang 2025 menjadi penanda penting perubahan wajah logistik nasional.
Sepanjang tahun itu, volume angkutan barang mencapai 380.516 ton, melonjak 23 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka 308.761 ton.
Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai tulang punggung distribusi.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda logistik yang profesional dan andal,” ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, dalam keterangan pers, Rabu (29/1/2026).
Menurutnya, efisiensi waktu, kapasitas besar, dan aspek keberlanjutan menjadi keunggulan utama angkutan barang berbasis rel.
Momentum pertumbuhan terlihat jelas pada bulan-bulan strategis. Mei 2025 tercatat sebagai periode dengan volume tertinggi, mencapai 36.769 ton, disusul Agustus 35.782 ton dan Juli 35.291 ton.
“Tingginya volume pada bulan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi dan kebutuhan logistik di wilayah Daop 6,” kata Feni.
Dari sisi komoditas, BBM masih mendominasi dengan volume 328.909 ton, diikuti komoditas lain-lain 34.033 ton, Bahan Hantaran Paket 17.274 ton, serta Motis 300 ton.
“Dominasi BBM menegaskan peran strategis KAI dalam mendukung distribusi energi nasional,” ujarnya.
Ke depan, KAI Daop 6 berkomitmen terus bertumbuh.
“Kami akan meningkatkan layanan dari sisi sarana, prasarana, hingga sistem operasional. Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci agar kereta api menjadi pilihan utama logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” tutup Feni.
(waw)

