Kolaborasi Universitas dan OJK Dorong Literasi Keuangan Warga Desa Bandung Pandeglang
FAJARLAMPUNG.COM, Pandeglang – Warga Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten diberikan pembekalan literasi keuangan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Mina Agro Wisata Bukit Si nyonya, dengan mengusung tema ” Edukasi Publik Literasi Keuangan “, Senin (26/01/2026).
Kegiatan yang di inisiasi oleh Universitas yang berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Pilarmas Sekuritas ini, diikuti oleh sekitar dua ratus warga desa Bandung yang terdiri dari pelaku UMKM, ibu rumah tangga, serta generasi muda.
Perwakilan Universitas Faletehan Cilegon, Heru Wirasala Kusuma, mengatakn, di Provinsi Banten inklusi keuangan lebih tinggi daripada literasi. Inklusi keuangan bisa mencapai 80 persen, sementara literasinya baru 50 persen.
” Maka yang terjadi adalah pemahaman masyarakat tentang keuangan, maka melalui kegiatan ini lah untuk dapat bisa meningkatkan pemahaman mereka terhadap keuangan, ” katanya.
” Jadi literasi keuangan itu tujuannya adalah menghindari agar mereka itu terjaga, bisa menggunakannya tapi juga paham dalam melaksanakannya. Paham seperti apa transaksi itu dilakukan, ” tambahnya.
Ditempat yang sama, Perwakilan OJK Banten, Riza Fathul mengungkapkan, Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan keuangan rumah tangga, pentingnya menabung, pengenalan sistem pembayaran digital, hingga kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online dan investasi bodong.
” Harapannya adalah lapisan masyarakat paham bagaimana caranya mengelola keuangan, karena salah satu poin pentingnya adalah meningkatkan literasi keuangan. Disisi lain, ini dapat menambah kegiatan inklusi nya.Yang paling utamanya adalah dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat, ” imbuhnya.
Sementara Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja berharap kegiatan literasi keuangan ini dapat berdampak positif bagi masyarakat Desa Bandung, dalam rangka pemanfaatan sistem keuangan digital.
“Tentunya kegiatan ini akan membawa masyarakat kami khususnya kaula muda untuk mendapatkan literasi keuangan dengan baik, dan untuk ikut di pasar saham nasional dan internasional, ” singkatnya. (Denni)

