Atasi Persoalan Sampah, Desa Sindangheula Luncurkan Program Sindanghelak Mengolah Sampah (SMS)
FAJARLAMPUNG.COM, SINDANGHEULA – Pemerintah Desa Sindangheula menghadirkan solusi konkret untuk menangani permasalahan sampah di wilayahnya dengan menghadirkan sistem pengolahan sampah terpadu. Program tersebut secara resmi mulai diuji coba dan diberi nama SMS (Sindanghelak Mengolah Sampah).
“Inilah upaya kami untuk menghadirkan solusi nyata dalam menangani permasalahan sampah yang selama ini ada di Desa Sindangheula,” ujar Kepala Desa Sindangheula, Suheli, saat kegiatan pengenalan dan uji coba pengolahan sampah, Rabu (21/1/2026).
Dalam program SMS ini, pengelola telah menyiapkan tiga alat utama untuk mengolah sampah organik dan anorganik secara terpisah dan berkelanjutan.
Alat pertama adalah mesin pemilah sampah, yang berfungsi memisahkan sampah plastik dan sampah organik secara otomatis. Dengan alat ini, proses pemilahan tidak lagi dilakukan secara manual sehingga lebih efisien dan cepat.
Alat kedua yaitu mesin pencacah plastik, yang digunakan untuk mencacah dan menghaluskan sampah plastik menjadi biji atau benih plastik. Hasil cacahan tersebut dapat langsung dijual atau dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai bahan pembuatan paving block berbahan dasar sampah plastik.
“Plastik dicacah agar proses pengolahan dan penguraiannya lebih cepat, sekaligus memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu, untuk pengolahan sampah organik, pengelola menyediakan alat penyaring atau pengayak, yang digunakan setelah sampah organik dikonsumsi oleh maggot. Sampah sisa yang semula basah akan dikeringkan, kemudian diayak hingga menghasilkan pupuk kompos yang siap dimanfaatkan.
“Sampah organik kami manfaatkan sebagai pakan maggot. Setelah itu, sisa penguraiannya dikeringkan dan diolah menjadi pupuk kompos,” tambahnya.
Saat ini, program SMS telah memasuki tahap uji coba dengan mengambil sampah dari beberapa kampung di Desa Sindangheula selama satu minggu terakhir. Sampah rumah tangga milik warga dikumpulkan dan diolah langsung di lokasi pengolahan.
“setelah uji coba ini, dalam waktu dekat ini kita akan lounching dan memulai,” pungkasnya.
Melalui program Sindanghelak Mengolah Sampah (SMS), pemerintah desa berharap persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (Admin)

