Pemkot Bandar Lampung Gelar Pasar Murah di 20 Kecamatan untuk Tekan Inflasi Jelang Nataru
FAJARLAMPUNG.COM, Bandar Lampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Perdagangan terus menggencarkan program pasar murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Kegiatan pasar murah kali ini digelar di Kecamatan Sukarame, Rabu (22/10/2025), dan akan berlangsung di seluruh 20 kecamatan di Kota Bandar Lampung.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Pasar murah di Kecamatan Sukarame digelar di enam kelurahan, yakni Sukarame, Sukarame Baru, Korpri Jaya, Korpri Raya, Way Dadi, dan Way Dadi Baru. Setelah Sukarame, kegiatan serupa akan berlanjut ke kecamatan lainnya hingga 19 November 2025,” ujar Erwin.
Ia menambahkan, seluruh bahan pokok yang dijual di pasar murah mendapat subsidi dari Pemkot. Beberapa di antaranya adalah beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam.
“Beras dijual Rp49.500 per paket dari harga normal Rp74.500, gula pasir Rp12.500 dari harga Rp17.500, minyak goreng Rp14.000 dari harga Rp19.000, dan telur ayam Rp22.500 dari harga normal Rp30.000,” jelasnya.

Menurut Erwin, kegiatan pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, yang berkomitmen membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
“Program ini sejalan dengan instruksi Ibu Wali Kota agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang terjangkau. Selain itu, pasar murah juga diharapkan dapat menekan laju inflasi daerah,” ujarnya.
Erwin menambahkan, total anggaran subsidi yang digelontorkan Pemkot untuk kegiatan pasar murah tahun ini mencapai sekitar Rp300 juta.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Perdagangan juga menggandeng sejumlah pihak, termasuk ritel modern, Bank Indonesia, dan Dinas Kesehatan, untuk memastikan kegiatan berjalan lancar serta masyarakat mendapatkan pelayanan tambahan seperti pemeriksaan kesehatan gratis.
“Pasar murah ini bukan hanya soal harga bahan pokok, tetapi juga bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan semua warga bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.(*)

