Kunjungi Lokasi Bencana Pidie Jaya, Kasatgas Tito Cek Kondisi Tanggul Terdampak Banjir Susulan

FAJARLAMPUNG.COM, Pidie Jaya – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera meninjau tanggul sungai terdampak banjir susulan di Kabupaten Pidie Jaya. Peninjauan ini untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memetakan upaya penanganan yang perlu dilakukan.

Salah satu lokasi yang ditinjau tersebut yaitu tanggul Sungai Krueng Meureudu di Desa Dayah Usen. Tito bersama rombongan menyusuri tanggul tersebut dan berdialog langsung dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I Asyari. Selain itu, Tito juga meninjau tanggul Sungai Alue Keutapang yang juga terdampak banjir susulan. Ia juga sempat meninjau lahan sawah rusak berat yang kini telah ditanami jagung di Desa Beuringen.

Dalam keterangannya, Tito menjelaskan, bencana susulan seperti banjir menjadi hambatan terhadap upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Sejumlah infrastruktur seperti jembatan dan jalan yang sudah diperbaiki turut terdampak. Bahkan sejumlah permukiman yang sudah dibersihkan kini kembali berlumpur.

“Di daerah Aceh, Sumatera Utara bagian barat, selain bagian timur, Sumatera Barat, itu curah hujan masih tinggi terus. Bahkan di musim kemarau kemarin tetap juga tinggi, sehingga mengakibatkan banjir lagi, banjir lagi,” ujarnya di hadapan awak media di Desa Alue Keutapang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan peninjauan, pembangunan tanggul perlu dilakukan agar banjir tidak berdampak terhadap permukiman sekitar sungai. Selain itu, upaya pengerukan juga harus dilakukan karena bencana Sumatera pada November 2025 lalu membuat sejumlah sungai mengalami sedimentasi. Berdasarkan catatan Satgas, sebanyak 137 sungai di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami sedimentasi dengan panjang yang beragam.

“Pengerukan enggak hanya kita serahkan kepada PU (Kementerian Pekerjaan Umum), TNI. Tapi juga di antaranya melalui mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga. Enggak apa-apa, win-win solution,” jelasnya.

Tito menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja semaksimal mungkin menangani pascabencana Sumatera termasuk bencana susulan. Dalam peninjauan itu, ia juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk masyarakat terdampak, baik berupa uang tunai maupun kebutuhan pokok.

“Tadi kita udah berikan bantuan. Ya, baik tunai maupun non-tunai warga yang terdampak, sambil kita mencari solusi. Jangan sampai terulang lagi banjir yang sama, ya, caranya cepat-cepat ini, apa, [pembangunan] bendungannya, tanggulnya,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menyampaikan terima kasih atas kunjungan Mendagri sekaligus Kasatgas PRR Muhammad Tito Karnavian. Kunjungan tersebut menjadi wujud kehadiran negara terhadap masyarakat terdampak bencana. Ia pun membenarkan bahwa banjir susulan belum lama ini telah berdampak terhadap permukiman masyarakat di Pidie Jaya, terutama yang lokasinya berdekatan dengan sungai.

Dalam kunjungan tersebut, Tito menyerahkan bantuan untuk mendukung penanganan bencana di wilayah Pidie Jaya dan sekitarnya. Bantuan meliputi satu unit kendaraan water supply multifungsi dari Satgas PRR, sembilan unit pompa air untuk Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Utara, serta bantuan tunai masing-masing Rp200 juta untuk Desa Dayah Usen dan Desa Alue Keutapang di Pidie Jaya. Selain itu, diserahkan pula bantuan dari Kementerian Sosial berupa paket sembako dan bantuan logistik darurat.(lsi)

Sumber : Satgas PRR