Festival Kreatif Monggang Digelar, Budaya dan UMKM Lokal Bersinergi

FAJARLAMPUNG.COM, Bantul – Masyarakat Dusun Monggang menggerakkan kreativitas, melestarikan budaya, sekaligus memperkuat ekonomi warga melalui Monggang Creative Festival #1.
‎
‎Mengusung tema Bersatu dalam Kreasi, Menguatkan Budaya, Membangun Negeri, festival tersebut digelar memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus menyambut peresmian Jalan Lingkar Dusun Monggang.
‎
‎Kegiatan di Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, ini menjadi momentum mempererat persatuan sekaligus memperkenalkan potensi seni budaya masyarakat setempat.
‎
‎Ketua Panitia, Rully Subekti, mengatakan festival tersebut sengaja dirancang sebagai ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal.
‎
‎Menurut Rully, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah masyarakat menampilkan kreativitas, menjaga tradisi, sekaligus membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
‎
‎”Melalui festival ini, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi seluruh masyarakat untuk menunjukkan potensi seni, budaya, dan kreativitas,” ujar Rully.
‎
‎Dia menjelaskan, peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi kesempatan penting untuk menghidupkan kembali semangat persatuan, gotong royong, serta kepedulian terhadap kemajuan lingkungan.
‎
‎”Semangat Sumpah Pemuda harus kita wujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kebersamaan dan bersama-sama membangun wilayah,” katanya.
‎
‎Beragam pertunjukan kesenian tradisional turut menyemarakkan festival, mulai dari karawitan, pertunjukan sanggar seni, hingga penampilan kreatif anak-anak Dusun Monggang.
‎
‎Paguyuban Karawitan Mukti Laras menjadi salah satu pengisi acara dengan menghadirkan alunan gamelan yang memperlihatkan kekayaan seni tradisional masyarakat.
‎
‎Suasana semakin meriah melalui penampilan Sanggar Seni Sekar Jati Laras yang turut memberikan ruang ekspresi bagi pelaku seni lokal.
‎
‎Anak-anak setempat juga mendapatkan kesempatan tampil, menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda sejak lingkungan keluarga dan masyarakat.
‎
‎Kelompok ibu-ibu turut mempersembahkan kesenian gejog lesung, sementara Muji Plus menambah keberagaman hiburan dalam rangkaian Monggang Creative Festival #1.
‎
‎Menurut Rully, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat tersebut menjadi gambaran bahwa budaya lokal dapat berkembang melalui kebersamaan lintas generasi.
‎
‎”Kami ingin anak-anak muda mengenal dan mencintai kesenian tradisional agar warisan budaya Monggang tetap terjaga,” ungkapnya.
‎
‎Tidak hanya mengangkat kesenian, festival tersebut juga menghadirkan bazar kuliner dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah setempat.
‎
‎Kehadiran bazar memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, serta membuka peluang pemasaran lebih luas.
‎
‎”Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi bagi warga, khususnya pelaku UMKM yang ikut meramaikan festival,” kata Rully.
‎
‎Momentum peresmian Jalan Lingkar Dusun Monggang juga menjadi bagian penting kegiatan karena infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.
‎
‎Keberadaan jalan lingkar diharapkan mendukung aktivitas warga, memperlancar konektivitas lingkungan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi dan potensi wilayah Monggang.
‎
‎Rully menegaskan, festival perdana tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun kegiatan kreatif berkelanjutan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Dusun Monggang.
‎
“Harapan kami, Monggang Creative Festival tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berkembang menjadi agenda kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
‎
Melalui perpaduan seni, budaya,
‎kreativitas, dan pemberdayaan UMKM, Monggang Creative Festival #1 diharapkan menjadikan masyarakat semakin guyub, berbudaya, mandiri, serta berdaya.(waw)