Komisi B DPRD DIY Petakan Potensi Bordir Joho: Dorong Modernisasi Produksi dan Perluasan Pasar

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Komisi B DPRD DIY mengunjungi Sentra Industri Kecil dan Menengah Bordir dan Konveksi Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (30/10/2026).
‎
‎Kunjungan tersebut menjadi langkah mendorong penguatan industri lokal, meningkatkan daya saing produk, sekaligus memperkokoh ekonomi kerakyatan berbasis potensi masyarakat setempat.
‎
‎Rombongan Komisi B DPRD DIY tiba sekitar pukul 09.00 WIB untuk melihat langsung perkembangan usaha bordir dan konveksi yang dikelola masyarakat Joho.
‎
‎Agenda kunjungan dalam daerah tersebut merupakan bagian dari perhatian legislatif terhadap keberlangsungan industri kecil dan menengah sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
‎
‎Dalam kesempatan itu, rombongan berdialog dengan pengelola sentra IKM serta sejumlah pemangku kepentingan mengenai peluang pengembangan usaha dan tantangan industri lokal.
‎
‎Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan. Diskusi dilakukan secara lesehan sehingga menciptakan komunikasi terbuka antara wakil rakyat dan pelaku usaha.
‎
‎Komisi B DPRD DIY juga meninjau langsung lokasi produksi untuk melihat fasilitas, perlengkapan, serta aktivitas usaha bordir dan konveksi masyarakat.
‎
‎Peninjauan tersebut memberikan gambaran mengenai potensi produksi sekaligus kebutuhan pengembangan usaha agar sentra industri Joho semakin berkembang dan kompetitif.
‎
‎Sentra Bordir dan Konveksi Joho dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui keterampilan, kreativitas, dan produktivitas masyarakat.
‎
‎Pengembangan industri ini tidak sekadar meningkatkan nilai ekonomi produk, tetapi juga membuka peluang kerja serta memperkuat keberadaan usaha berbasis keterampilan lokal.
‎
‎Rombongan menaruh perhatian terhadap pentingnya peningkatan kualitas produk, inovasi desain, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kapasitas produksi agar mampu menjawab kebutuhan pasar.
‎
‎Selain itu, perluasan jaringan pemasaran menjadi salah satu kebutuhan penting agar produk bordir dan konveksi Joho semakin dikenal masyarakat luas.
‎
‎Penguatan IKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi, tetapi membutuhkan pembinaan, pendampingan, pembiayaan, dan akses pasar yang berkelanjutan.
‎
‎Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah dan lembaga keuangan diperlukan untuk membantu pelaku usaha mengatasi berbagai kendala pengembangan industri kecil.
‎
‎Kunjungan tersebut turut melibatkan Dinas Koperasi dan UKM DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, serta Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman.
‎
‎Bank BPD DIY, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, dan pengelola Sentra IKM Bordir dan Konveksi Joho juga mengikuti agenda bersama tersebut.
‎
‎Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan industri kecil secara mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
‎
‎Di tengah perkembangan Condongcatur sebagai kawasan pendidikan, perdagangan, jasa, dan permukiman, industri bordir Joho memiliki peluang memperkuat ekonomi produktif masyarakat.
‎
‎Keberadaan sentra tersebut juga menggerakkan rantai ekonomi, mulai penyediaan bahan baku, keterampilan tenaga kerja, proses produksi, hingga distribusi dan pemasaran.
‎
‎Dukungan berkelanjutan diharapkan membuat pelaku IKM Joho semakin percaya diri mengembangkan usaha sekaligus memperluas kontribusinya terhadap perekonomian Kabupaten Sleman.
‎
‎Kunjungan Komisi B DPRD DIY diakhiri dengan dokumentasi dan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan antara rombongan, pemerintah, serta pengelola sentra.
‎
Melalui sinergi dan kolaborasi, Sentra Bordir dan Konveksi Joho diharapkan semakin maju, mandiri, membuka kesempatan kerja, serta menjadi kebanggaan ekonomi lokal.(ady)