Terkait Konser Andrea Bocelli, Pemuda Muhammadiyah DIY Temui Promotor untuk Minta Klarifikasi

FAJARLAMPUNG.COM, Yogyakarta – Rencana konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Yogyakarta menjadi sorotan setelah Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWPM DIY) bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM DIY) menggelar audiensi dengan pihak promotor, Kamis (29/10/2026).

Audiensi tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan terkait rekam jejak Andrea Bocelli dalam sejumlah kegiatan di Israel, khususnya penampilannya dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010.

Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang tabayun antara organisasi kepemudaan Muhammadiyah dan pihak promotor agar polemik yang berkembang di tengah masyarakat tidak semakin meluas.

Dalam audiensi tersebut, pihak promotor mengklarifikasi bahwa Andrea Bocelli bukan bagian dari gerakan Zionisme. Promotor juga membenarkan bahwa sang tenor pernah tampil dalam sejumlah kegiatan di Israel pada 2008, 2011, dan 2022, termasuk acara FIDF pada 2010.

Namun, menurut penjelasan promotor, Andrea Bocelli maupun manajemennya tidak pernah secara langsung melakukan penggalangan dana untuk Israel.

Pihak promotor juga menyampaikan bahwa Andrea Bocelli merupakan seorang Katolik yang taat. Selain itu, promotor mengungkapkan adanya rencana kegiatan amal untuk anak-anak Palestina yang mencakup donasi dan pembagian 10.000 pasang sepatu.

Meski menghargai penjelasan tersebut, PWPM DIY dan KOKAM DIY menilai klarifikasi lisan perlu diperkuat dengan pernyataan resmi langsung dari Andrea Bocelli maupun manajemennya.

Sekretaris KOKAM DIY, Marwan Hamed, mengatakan audiensi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menjaga sensitivitas umat terhadap persoalan Palestina.

“Kami tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi konflik sosial, tetapi kami juga tidak ingin kegelisahan dan aspirasi umat diabaikan,” ujar Marwan saat dihubungi wartawan melalui WhatsApp, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, pihak promotor perlu mendorong Andrea Bocelli menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik. Pernyataan tersebut diharapkan berisi permohonan maaf kepada kaum Muslimin, khususnya rakyat Palestina, atas keterlibatannya sebagai penampil dalam acara FIDF pada 2010.

Selain itu, PWPM DIY meminta Andrea Bocelli menegaskan sikapnya terkait gerakan Zionisme serta menyampaikan keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan, perdamaian, dan hak rakyat Palestina.

PWPM DIY dan KOKAM DIY memberikan batas waktu kepada promotor untuk menyampaikan pernyataan tersebut sebelum pelaksanaan Salat Jumat pada (30/10/26).

Tak hanya menyoroti rekam jejak sang penyanyi, organisasi tersebut juga meminta rencana kegiatan amal untuk Palestina benar-benar direalisasikan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Program donasi dan pembagian 10.000 pasang sepatu diharapkan melibatkan lembaga filantropi Islam yang kredibel serta memiliki pengalaman dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Marwan menegaskan bahwa solidaritas terhadap Palestina tidak boleh hanya menjadi bagian dari strategi komunikasi atau pelengkap kegiatan komersial.

“Palestina bukan sekadar konten charity. Solidaritas harus diwujudkan melalui keberpihakan yang nyata, konsisten, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” demikian sikap yang disampaikan PWPM DIY dan KOKAM DIY.

Pihaknya berharap polemik yang mengiringi rencana konser Andrea Bocelli dapat diselesaikan melalui dialog, keterbukaan, dan langkah konkret.

Bagi PWPM DIY dan KOKAM DIY, persoalan ini bukan semata-mata tentang penyelenggaraan konser atau sosok penyanyi internasional, melainkan juga menyangkut sensitivitas kemanusiaan dan solidaritas terhadap rakyat Palestina. (Aga)