1.240 Santri Sleman Laksanakan Salat Istisqa Sekaligus Terima Penyaluran Bantuan Usaha BAZNAS
FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Sebanyak 1.240 santri mengikuti upacara Hari Santri 2026 di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (22/10), diawali salat istisqa berjamaah.
Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar peringatan Hari Santri dengan memadukan doa meminta hujan, penguatan karakter, serta dukungan kemandirian ekonomi pesantren.
Sebelum upacara dimulai, para santri bersama jemaah melaksanakan salat istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau.
KH Mas’ud Masduki, Rais Syuriah PWNU DIY, bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat istisqa yang berlangsung khusyuk tersebut.
Dalam khotbahnya, KH Mas’ud mengajak seluruh jemaah dan santri untuk bertobat dengan tulus serta memperbanyak istigfar dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT sebagai bagian dari ikhtiar bersama.
Menurutnya, ketulusan memohon ampun menjadi pengingat bagi manusia untuk memperbaiki diri sekaligus mengharapkan keberkahan, termasuk turunnya hujan bagi masyarakat.
Seusai salat istisqa, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera memperingati Hari Santri 2026 yang diikuti ribuan peserta dari berbagai pesantren.
Sekretaris Daerah Sleman Abu Bakar bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Bupati Sleman Harda Kiswaya di hadapan peserta.
Dalam amanatnya, Bupati Harda menyampaikan tema Hari Santri tahun ini, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Tema tersebut menegaskan posisi santri sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus generasi penerus yang ikut menentukan arah masa depan bangsa.
Bupati berpesan agar santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi perubahan zaman.
“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian amanat Bupati yang dibacakan Abu Bakar.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, bersikap adaptif, serta memegang prinsip man jadda wa jadda dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
Selain itu, santri diminta memahami falsafah Jawa “Sangkan Paraning Dumadi” agar senantiasa mengingat asal-usul serta menghormati kiai dan guru.
Pesan tersebut sekaligus mengajak santri merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Usai upacara, perhatian peserta beralih pada penyerahan bantuan Program Santripreneur dari BAZNAS Kabupaten Sleman kepada 33 pondok pesantren secara simbolis.
Program tersebut memasuki tahun ketiga berturut-turut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha dan penguatan kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren.
Melalui bantuan modal usaha ini, BAZNAS Sleman berharap para santri semakin berani mengembangkan keterampilan kewirausahaan sekaligus mengelola kegiatan ekonomi produktif.
Stimulus tersebut diharapkan memperkuat potensi ekonomi pesantren, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kemampuan santri menciptakan kegiatan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Peringatan Hari Santri di Sleman pun menegaskan pentingnya perpaduan spiritualitas, pendidikan, dan kewirausahaan agar santri tumbuh berilmu, berakhlak, serta mandiri secara ekonomi.(ady)

