Danang Maharsa: Pengelolaan Sampah Jadi Indikator Kepemimpinan yang Peduli Lingkungan

‎FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan kepedulian lingkungan menjadi tolok ukur karakter pemimpin, termasuk kesediaan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
‎
‎Pesan tersebut disampaikan Danang saat menjadi narasumber Latihan Kepemimpinan dan Workshop Pengolahan Sampah Plastik di Villa Kumala, Pakembinangun, Pakem, Minggu (18/10).
‎
‎Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Lampung Universitas Alma Ata Yogyakarta itu mengangkat dua persoalan penting, kepemimpinan berwawasan lingkungan dan penanganan sampah plastik.
‎
‎Danang mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menggabungkan pembentukan karakter kepemimpinan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan pelatihan dan workshop pengolahan sampah.
‎
‎Menurut Danang, kepemimpinan tidak cukup diukur dari kemampuan mengarahkan organisasi, mengambil keputusan, atau menggerakkan anggota untuk mencapai tujuan bersama.
‎
‎”Kepemimpinan diuji melalui hal-hal sederhana seperti bagaimana kita memperlakukan lingkungan, bagaimana mengelola sampah,” tegas Danang di hadapan peserta kegiatan.
‎
‎Ia menambahkan, seorang pemimpin perlu memahami konsekuensi perilakunya terhadap lingkungan dan bersedia mengambil tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
‎
‎”Sejauh mana kita bersedia mengambil tanggung jawab atas dampak dari perilaku kita sendiri,” lanjut Danang saat menekankan pentingnya tanggung jawab.
‎
‎Pesan tersebut menempatkan persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan praktik kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎Melalui workshop pengolahan sampah plastik, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang dapat diterapkan untuk menghadapi persoalan lingkungan di masyarakat.
‎
‎Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua DPRD DIY Nuryadi dan Founder Yayasan Lima Lima Rastra Ratih Safitri Sulistyowati sebagai narasumber.
‎
‎Nuryadi menyoroti pentingnya sinergi pemerintah daerah dengan kalangan intelektual muda untuk menyiapkan generasi pemimpin yang tangguh dan peka terhadap lingkungan.
‎
‎Menurut Nuryadi, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kepemimpinan menjadi kesempatan untuk membangun wawasan, memperluas pengalaman, serta memahami persoalan masyarakat secara langsung.
‎
‎”Siapkan mental kalian, karena pengganti kita adalah kalian,” ujar Nuryadi memberikan pesan penyemangat kepada para peserta pelatihan.
‎
‎Pernyataan tersebut sekaligus mengingatkan mahasiswa bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan kepemimpinan dan penyelesaian persoalan sosial.
‎
‎Perwakilan Himpunan Mahasiswa Lampung Universitas Alma Ata Yogyakarta, Yogi Atma Setyawan, mengatakan pelatihan tersebut relevan dengan persoalan nyata masyarakat Yogyakarta.
‎
‎Yogi berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menyerap pengetahuan dari para narasumber untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎Menurutnya, organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang belajar untuk mengembangkan kepemimpinan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
‎
‎Ia juga berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat dibagikan kepada masyarakat luas sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti di lingkungan kampus.
‎
‎Melalui pelatihan ini, mahasiswa didorong menghubungkan nilai kepemimpinan dengan tindakan nyata, termasuk mengelola sampah plastik dan membangun kepedulian lingkungan berkelanjutan.(ady)