Hadiri Pertunjukan Jalinan Budaya, Danrem 072 Tegaskan Pentingnya Diplomasi Kebudayaan di Kawasan Pasifik

‎FAJARLAMPUNG.COM Jogja – Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menjadi panggung pertemuan budaya lintas negara dalam Dinner dan Jalinan Budaya Indonesia-Pasifik 2026, Rabu (14/10/2026) malam.
‎
‎Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menghadiri kegiatan yang mempertemukan seniman, pejabat, serta perwakilan negara sahabat tersebut dalam suasana persahabatan.
‎
‎Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan acara ini sebagai bagian peringatan Hari Kebudayaan Nasional sekaligus menutup program Indonesia-Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026.
‎
‎Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Indonesia dan negara-negara Pasifik untuk mempererat hubungan melalui seni, tradisi, serta pertukaran gagasan kreatif.
‎
‎Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan sambutan penutupan sekaligus menyoroti proses kolaborasi seniman lintas negara selama program residensi budaya berlangsung.
‎
‎Menurut Fadli, residensi selama 13 hari mempertemukan seniman Indonesia dengan peserta dari berbagai negara Pasifik dan kawasan sekitarnya.
‎
‎Negara peserta meliputi Fiji, Kepulauan Marshall, Kaledonia Baru, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Timor-Leste, Vanuatu, hingga Australia.
‎
‎Pertemuan tersebut tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk saling mengenal budaya masing-masing.
‎
‎Para seniman berkolaborasi melalui musik, tradisi, dan kriya dengan memanfaatkan bahan lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
‎
‎Bambu dan kelapa menjadi contoh material yang digunakan dalam proses kreatif, sekaligus memperlihatkan potensi sumber daya lokal sebagai inspirasi karya bersama.
‎
‎Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang budaya tidak harus menjadi penghalang untuk membangun persahabatan dan menghasilkan karya kreatif.
‎
‎Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika setiap peserta saling bertukar pengalaman, menghargai tradisi, dan membuka ruang kerja sama.
‎
‎Mengusung tema “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya”, IPCC 2026 menegaskan pentingnya menjaga kebudayaan agar terus berkembang mengikuti dinamika zaman.
‎
‎Tema tersebut juga menekankan bahwa keterbukaan terhadap budaya lain dapat berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas bangsa.
‎
‎Dalam sambutannya, Fadli berharap hubungan yang terbangun selama program berlangsung tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan resmi berakhir.
‎
‎Persahabatan tersebut diharapkan berkembang menjadi kerja sama kreatif yang berkelanjutan, termasuk melalui pertukaran seniman dan pengembangan karya lintas negara.
‎
‎Kehadiran Danrem 072/Pamungkas dalam kegiatan itu turut menandai partisipasi unsur TNI dalam agenda kebudayaan yang mempertemukan berbagai negara.
‎
‎Museum Benteng Vredeburg dipilih sebagai lokasi kegiatan, menghadirkan suasana bersejarah bagi pertemuan budaya Indonesia dengan negara-negara Pasifik.
‎
‎Selain Menteri Kebudayaan, acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Menteri Urusan Multi-Etnis, Budaya, Warisan, dan Seni Republik Fiji Charan Jeath Singh.
‎
‎Sejumlah perwakilan negara sahabat, pelaku seni dan budaya, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta juga menghadiri kegiatan tersebut.
‎
‎Kehadiran para pemangku kepentingan memperlihatkan luasnya dukungan terhadap kegiatan yang menjadikan seni dan kebudayaan sebagai sarana membangun hubungan antar masyarakat.
‎
‎Melalui IPCC 2026, kolaborasi lintas negara diharapkan terus membuka peluang pertukaran pengetahuan, memperluas jejaring seniman, dan memperkuat persahabatan Indonesia-Pasifik.
‎
‎Rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan bahwa perjumpaan budaya di Yogyakarta menjadi awal kolaborasi berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.(waw)