Genjot Pembangunan Perdesaan, Harda Kiswaya Pastikan Pembenahan Jalan dan Rumah Warga Berjalan Cepat

‎FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Bupati Sleman Harda Kiswaya resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Lapangan Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Selasa (13/10/2026).
‎
Program TMMD kali ini menyasar pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat dengan anggaran ratusan juta rupiah untuk meningkatkan kualitas hidup warga Sukoharjo.
‎
Upacara pembukaan menandai dimulainya operasi selama 30 hari hingga 11 November 2026, dengan melibatkan prajurit TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
‎
Harda Kiswaya mengapresiasi Kodim 0732/Sleman dan seluruh pihak yang bergotong royong mendukung percepatan pembangunan, khususnya di kawasan pedesaan Kabupaten Sleman.
‎
“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari kolaborasi dan sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat,” ujar Harda dalam amanatnya.
‎
Menurut Harda, kerja bersama tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat di tingkat kalurahan.
‎
Ia berharap seluruh sasaran TMMD dapat diselesaikan tepat waktu dan memenuhi standar kualitas, sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
‎
“Saya berharap hasil dari pelaksanaan program TMMD ini mendukung kalurahan di Kabupaten Sleman menjadi kalurahan mandiri,” tutur Harda.
‎
Harda menjelaskan, kalurahan mandiri harus memiliki ketahanan pangan, aksesibilitas yang baik, serta lingkungan sehat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
‎
Semangat sengkuyung atau gotong royong, lanjutnya, perlu terus dijaga masyarakat, bukan hanya selama pembangunan berlangsung, tetapi juga setelah program TMMD selesai.
‎
Berdasarkan laporan Kodim 0732/Sleman, sasaran TMMD Sengkuyung Tahap IV terbagi menjadi dua bidang utama, yakni pembangunan fisik dan kegiatan nonfisik.
‎
Pada sektor fisik, personel TMMD bersama warga akan melakukan pengecoran jalan sepanjang 315 meter untuk memperbaiki aksesibilitas dan mendukung mobilitas masyarakat.
‎
Selain jalan, program ini mencakup pembangunan talud sepanjang 540 meter guna mendukung penataan lingkungan serta membantu menjaga kondisi infrastruktur di wilayah sasaran.
‎
Pekerjaan lainnya berupa pemasangan paving block halaman masjid seluas 285 meter persegi, sehingga fasilitas ibadah tersebut memiliki halaman lebih tertata dan nyaman.
‎
TMMD juga menyasar rehabilitasi dua rumah tidak layak huni (RTLH), sebagai upaya membantu warga memperoleh hunian yang lebih layak dan sehat.
‎
Tidak hanya membangun infrastruktur, program tersebut menghadirkan penyuluhan wawasan kebangsaan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai persatuan, nasionalisme, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.
‎
Kegiatan nonfisik lainnya mencakup penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), yang diharapkan meningkatkan kesadaran warga menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.
‎
Bidang kesehatan turut menjadi perhatian melalui penyuluhan pencegahan stunting, dengan mengoptimalkan peran Posyandu dan Posbindu untuk mendukung kesehatan masyarakat.
‎
Dari sisi pembiayaan, program TMMD ini didukung anggaran Rp525 juta, terdiri atas Rp75 juta dari APBD DIY dan Rp450 juta dari APBD Kabupaten Sleman.
‎
Dukungan pemerintah tersebut diperkuat swadaya masyarakat senilai Rp30 juta dalam bentuk logistik, yang mencerminkan keterlibatan warga menyukseskan pembangunan di Sukoharjo.
‎
Untuk mendukung pekerjaan selama sebulan, satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) TNI diterjunkan dan akan bekerja bersama warga menyelesaikan seluruh sasaran yang direncanakan.
‎
Melalui TMMD Sengkuyung Tahap IV, pemerintah daerah berharap pembangunan jalan, talud, fasilitas ibadah, dan rumah warga mampu memperkuat fondasi kemandirian Kalurahan Sukoharjo.
‎
Kolaborasi TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar hasil pembangunan tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi berlanjut menjadi manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.(ady)