Ayam Goreng Kalasan Makin Terjamin Halal, MES DIY Gandeng 43 UMKM

‎FAJARLAMPUNG.COM, Sleman— Sebanyak 43 UMKM Ayam Goreng Kalasan berkomitmen memperkuat ekosistem halal melalui deklarasi Kawasan Halal yang digerakkan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY.
‎
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Gowes Wakaf MES DIY dan Deklarasi Komitmen Kawasan Halal (KKH) Ayam Goreng Kalasan, Minggu (11/10/2026).
‎
Kegiatan berlangsung di Kawasan Halal Ayam Goreng Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, sebagai bagian rangkaian Road to Jogja Halal Festival (JHF) #3 Internasional 2026.
‎
Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Desember 2026.
‎
Inisiatif ini diharapkan memperluas pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya standar halal dalam pengembangan bisnis kuliner.
‎
Sekitar 115 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga kemasyarakatan, pelaku usaha, serta komunitas olahraga di wilayah setempat.
‎
Ketua Umum MES DIY, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., membuka rangkaian kegiatan melalui gowes bersama sejauh 15 kilometer.
‎
Setelah bersepeda, peserta mengikuti jamuan ringan dan pembagian doorprize. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan, laporan penghimpunan wakaf, penyerahan papan nama UMKM, serta deklarasi komitmen.
‎
Dalam sambutannya, Edy menegaskan bahwa halal tidak sekadar berkaitan dengan pemenuhan ketentuan agama, tetapi juga menjadi nilai tambah untuk membangun kepercayaan konsumen.
‎
Menurut Edy, komitmen halal perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas, kesehatan, cita rasa, serta konsistensi produk yang ditawarkan kepada masyarakat.
‎
Ia mengingatkan pelaku usaha agar memandang persaingan sebagai kesempatan berinovasi. Peningkatan standar produk menjadi langkah penting untuk menjaga daya saing sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen.
‎
Edy juga mengapresiasi dukungan berbagai organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, pemerintah, dan seluruh pihak yang berkontribusi mengembangkan ekosistem halal di Daerah Istimewa Yogyakarta.
‎
Dukungan tersebut dinilai penting untuk membangun kolaborasi berkelanjutan. Dengan keterlibatan banyak pihak, pengembangan kawasan halal diharapkan memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM.
‎
Ketua Paguyuban Ayam Goreng Kalasan Maju Makmur, melalui sambutan yang disampaikan Sigit Wahyudi, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan MES DIY.
‎
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, perhatian terhadap aspek halal merupakan bagian penting dalam pengembangan usaha kuliner Ayam Goreng Kalasan.
‎
Komitmen tersebut juga menjadi upaya menjaga kepercayaan konsumen. Pelaku usaha diharapkan terus memperhatikan aspek kehalalan sekaligus meningkatkan mutu produk dan pelayanan.
‎
Sementara itu, Panewu Kalasan, Samino, S.IP., M.Ec.Dev., mengapresiasi kolaborasi yang melibatkan pelaku usaha, pemerintah, serta masyarakat dalam mengembangkan kawasan halal.
‎
Samino berharap Ayam Goreng Kalasan semakin dikenal luas dan diminati masyarakat. Penguatan identitas kuliner lokal diharapkan turut meningkatkan daya saing usaha wilayah Kalasan.
‎
Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Wakaf MES DIY, H. Edi Sunarto, S.E., M.M., melaporkan penghimpunan dana wakaf mencapai sekitar Rp538 juta.
‎
Jumlah tersebut berasal dari potensi penghimpunan wakaf sebesar Rp1,5 miliar. Capaian ini menunjukkan perkembangan penggalangan dana yang dilakukan untuk mendukung berbagai program kemaslahatan.
‎
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis papan nama kepada UMKM Ayam Goreng Kalasan yang berkomitmen bergabung dalam kawasan halal.
‎
Penyerahan tersebut menjadi penanda komitmen pelaku usaha untuk bersama-sama mengembangkan sentra kuliner yang mengedepankan nilai-nilai halal dalam kegiatan bisnisnya.
‎
Sebanyak 43 UMKM tercatat menyatakan komitmen mendukung pengembangan Kawasan Halal Ayam Goreng Kalasan. Langkah ini diharapkan memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
‎
Melalui kegiatan gowes, wakaf, dan deklarasi, MES DIY mendorong sinergi berkelanjutan antara pelaku usaha, pemerintah, serta masyarakat untuk memperkuat ekosistem halal Yogyakarta.
‎
Inisiatif tersebut menjadi bagian persiapan menuju Jogja Halal Festival 2026. Pengembangan kawasan diharapkan memperkuat kuliner lokal sekaligus mendorong UMKM semakin kompetitif.(ady)