Viral Dugaan Steward PSIM Ambil Dagangan UMKM, Pedagang Mengaku Takut

FAJARLAMPUNG.COM, Bantul – Sebuah unggahan akun media sosial @merapi_uncover menjadi perbincangan warganet setelah muncul pengakuan mengenai dugaan pengambilan dagangan UMKM milik seorang pedagang.
‎
Pengakuan itu disampaikan akun @rosyadimuhammad melalui kolom komentar. Ia mengaku adiknya mengalami kejadian yang diduga melibatkan sejumlah orang beratribut steward.
‎
Dalam komentarnya, pemilik akun menyebut sekitar lima hingga delapan orang diduga mengambil barang dagangan milik adiknya tanpa izin saat pertandingan berlangsung.
‎
“Beberapa oknum keamanan PSIM ada yang jarah (asal comot) dagangan adik saya min, sekitar 5-8 orang,” tulis akun tersebut.
‎
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan cerita adiknya, orang-orang yang dimaksud mengenakan atribut steward dan kartu identitas ketika berada di lokasi.
‎
“Dari pengakuan adik saya, mereka kondisi mabuk, di punggung tertulis steward dan memakai ID Card,” tulisnya dalam komentar.
‎
Pernyataan mengenai dugaan kondisi mabuk tersebut merupakan pengakuan yang disampaikan pemilik akun berdasarkan cerita adiknya, bukan hasil pemeriksaan yang disertakan dalam unggahan.
‎
Pemilik akun itu selanjutnya mengungkapkan bahwa jumlah dagangan dalam wadah yang semula penuh disebut berkurang setelah kejadian tersebut.
‎
Menurut keterangannya, dagangan yang berada di dalam box toples awalnya penuh, tetapi kemudian hanya tersisa sekitar separuh.
‎
Ia juga mengklaim beberapa pedagang sempat mengingatkan orang-orang yang diduga mengambil dagangan tersebut agar tidak melakukannya tanpa izin.
‎
Namun, berdasarkan cerita yang disampaikan pemilik akun, teguran itu disebut justru direspons dengan kemarahan oleh orang-orang yang dimaksud.
‎
Dalam komentarnya, ia turut menyebut uang sebesar Rp10.000 diberikan setelah dugaan pengambilan dagangan tersebut. Rincian kejadian itu belum terverifikasi secara independen.
‎
Pemilik akun mengungkapkan bahwa adiknya merasa ketakutan setelah kejadian yang diceritakannya itu, sehingga memilih meninggalkan gerobak dagangannya.
‎
Menurut pengakuan tersebut, korban kemudian meminta bantuan polisi untuk mengambil gerobaknya agar dapat berpindah lokasi berjualan.
‎
Belum ada keterangan dalam informasi yang dibagikan mengenai laporan polisi, hasil pemeriksaan, ataupun identitas orang-orang yang diduga terlibat dalam kejadian itu.
‎
Karena itu, dugaan pengambilan dagangan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai tindak penjarahan yang terbukti, dan perlu diklarifikasi kepada pihak terkait.
‎
Pemilik akun berharap kejadian yang diceritakannya tidak kembali dialami pedagang UMKM lainnya ketika pertandingan kandang berikutnya berlangsung.
‎
Ia turut menandai akun resmi @psimjogja_official untuk meminta perhatian manajemen terhadap pengakuan yang telah disampaikan melalui media sosial.
‎
Namun, penandaan akun resmi tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa manajemen PSIM telah menerima, memverifikasi, atau memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
‎
Belum terdapat keterangan resmi dari manajemen PSIM maupun kepolisian dalam informasi yang menjadi dasar penulisan berita ini.
‎
Klarifikasi dari pemilik dagangan, pihak yang dituduh terlibat, manajemen PSIM, dan kepolisian diperlukan untuk memastikan kronologi serta menguji kebenaran setiap klaim.
‎
Hingga ada verifikasi lebih lanjut, informasi mengenai dugaan pengambilan dagangan ini perlu dipahami sebagai pengakuan warganet, bukan kesimpulan resmi tentang pihak yang bertanggung jawab.(waw)