Mahasiswa HI UMY Lolos AIYEP 2026, Siapkan Pengalaman Internasional untuk Karier Masa Depan

FAJARLAMPUNG.COM, Yogyakarta – Kesempatan mendapatkan pengalaman internasional kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Rahmat Naufal, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) UMY, berhasil terpilih sebagai peserta Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP), salah satu program dalam Program Pertukaran Pemuda Antarnegara (PPAN) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Program tersebut berlangsung pada 5 November hingga 4 Desember 2026. AIYEP mempertemukan pemuda Indonesia dan Australia dalam kegiatan pengembangan profesional, pertukaran budaya, serta penguatan hubungan antarmasyarakat.

Berawal dari Bootcamp Seleksi PCMI

Perjalanan Rahmat menuju program tersebut bermula dari seleksi yang dilakukan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), organisasi alumni program PPAN. Menariknya, proses seleksi PCMI Yogyakarta yang diikutinya dikemas dalam bentuk bootcamp.

Rahmat awalnya mengira kegiatan tersebut merupakan program pengembangan diri biasa. Namun, setelah menyelesaikan rangkaian bootcamp, ia baru mengetahui bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses penyaringan calon peserta yang akan dikirim mengikuti seleksi nasional PPAN.

Dari proses tersebut, tiga peserta laki-laki dipilih untuk mewakili Yogyakarta. Selanjutnya, satu orang ditetapkan untuk mengikuti AIYEP.

Pengalaman menghadapi kegagalan dalam sejumlah program sebelumnya membuat Rahmat tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia mengaku mempersiapkan diri secara serius, mulai dari melakukan simulasi wawancara, menyusun jawaban, hingga memperbarui portofolio.

Berbagai pengalaman yang dimilikinya juga ia rangkum, mulai dari pengalaman diplomasi, kegiatan internasional, riset, publikasi buku, prestasi, hingga sertifikasi internasional yang diperolehnya dari kampus.

“Saya benar-benar mempersiapkan diri untuk interview, termasuk mengikuti mock interview. Jawaban-jawaban juga saya tulis, dan portofolio langsung saya perbarui. Pokoknya saya benar-benar serius karena tidak ingin kehilangan kesempatan lagi,” ungkap Rahmat saat ditemui di kampus terpadu UMY, Jum’at (9/10/2026).

Pengalaman Internasional Jadi Modal

Menurut Rahmat, salah satu alasan dirinya akhirnya terpilih adalah kesesuaian antara pengalaman yang dimiliki dan karakter peserta yang dibutuhkan AIYEP.

Sejak awal kuliah, ia telah aktif mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan diplomasi dan hubungan Indonesia dengan negara lain. Ia juga memiliki pengalaman dalam kegiatan pertukaran budaya, termasuk tampil membawakan puisi dan menjadi pembawa acara dalam kegiatan internasional.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi modal untuk menunjukkan kemampuan berkomunikasi sekaligus berinteraksi dalam lingkungan lintas budaya.

Bagi Rahmat, AIYEP bukan sekadar kesempatan untuk bepergian ke Australia. Program tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni people-to-people connection, professional development, dan cultural exchange.

Peserta akan mendapatkan pengalaman internship sekaligus membangun relasi dengan masyarakat dan lingkungan profesional di Australia. Program ini diikuti 21 peserta yang menurut Rahmat hampir mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

“Ini yang pada akhirnya membuat saya ingin mengikuti program ini. Cocok untuk mahasiswa karena ada internship, apalagi internship nya di Australia. Saya yakin ini menjadi portofolio yang luar biasa untuk persiapan kerja ke depannya,” ujarnya.

Menyiapkan Langkah Akademik dan Karier

Selain mengikuti program, Rahmat membawa target pribadi selama berada di Australia. Ia ingin memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mencari informasi dan peluang melanjutkan studi magister, khususnya di Melbourne.

Menurutnya, pengalaman sebagai delegasi dan alumni program internasional dapat menjadi nilai tambah dalam perjalanan akademiknya ke depan.

Ketertarikannya pada Australia sendiri telah tumbuh melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan Indonesia-Australia, termasuk aktivitas bersama Australia-Indonesia Youth Association (AIYA) yang beberapa kali mengadakan program berkaitan dengan pertukaran budaya.

Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Rahmat. Ia membayangkan dirinya dalam 10 tahun ke depan berkiprah di bidang akademik sebagai dosen sekaligus memiliki peluang berkarier di kementerian.

Karena itu, aktivitas yang dijalaninya selama menjadi mahasiswa berusaha ia arahkan pada tujuan tersebut, mulai dari riset, forum konferensi, kegiatan diplomasi, hingga pengalaman internasional.

“Kalau membayangkan 10 tahun yang akan datang, sebenarnya apa yang saya lakukan sekarang itu sesuai dengan target saya. Pertama, ingin berada di bidang akademik, kemudian di bidang kementerian,” katanya.

Bagi Rahmat, keberhasilan mengikuti AIYEP merupakan bagian dari strategi yang sengaja dibangun sejak menjadi mahasiswa. Ia mengajak mahasiswa lain untuk tidak sekadar menjalani perkuliahan, tetapi mulai menentukan target dan menyusun langkah untuk mencapainya.

“Kita sebagai mahasiswa harus merancang strategi. Walaupun target itu kita tidak tahu tercapai atau tidak, setidaknya kita punya target. Karena target itu yang pada akhirnya membuat kita bergairah dan punya ambisi,” pungkasnya. (lsi)

Sumber : Humas Umy