TP Posyandu dan TP PKK Bersinergi Percepat Implementasi 6 SPM di NTT

FAJARLAMPUNG.COM, Manggarai Barat – Tim Penggerak (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan TP Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memperkuat dukungan terhadap implementasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui penguatan peran Posyandu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan sarana pendukung pelayanan Posyandu sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan pelayanan dasar bagi masyarakat.

Mewakili Ketua Umum TP Posyandu dan TP PKK Tri Tito Karnavian, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Safriati Safrizal mengatakan, penguatan peran Posyandu merupakan bagian dari transformasi Posyandu dalam mendukung pemenuhan pelayanan dasar di tingkat masyarakat.

“Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini Posyandu telah mengalami transformasi yang signifikan. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah berkembang menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam mendukung pemenuhan pelayanan dasar melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM),” katanya.

Enam bidang SPM yang dimaksud meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), serta sosial. Transformasi tersebut memperluas peran Posyandu dari yang sebelumnya berfokus pada pelayanan kesehatan menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan berbagai pelayanan dasar masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Posyandu dapat berperan dalam mendukung pemenuhan pelayanan dasar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Salah satu bidang yang menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut adalah Trantibumlinmas.

Peran tersebut mencakup kegiatan penyuluhan dan rehabilitasi trauma pascabencana, komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana, pencegahan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum melalui deteksi dini dan cegah dini, pembinaan dan penyuluhan pelaksanaan patroli pengamanan, serta pemberdayaan pelindungan masyarakat dalam rangka mendukung ketenteraman, ketertiban umum, dan keamanan lingkungan.

“Dengan demikian, kehadiran Posyandu di tingkat desa dan kelurahan diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tanggap, peduli, dan memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan ketenteraman, ketertiban umum, maupun bencana di lingkungannya,” terangnya.

Untuk mendukung pelaksanaan peran tersebut, penguatan sarana dan prasarana Posyandu menjadi salah satu bagian penting. Ketersediaan alat pendukung pelayanan diharapkan dapat membantu kader menjalankan pelayanan secara optimal sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam kunjungan ke Posyandu Wae Watu, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (6/10/2026), TP Posyandu Pusat dan TP PKK Pusat turut memberikan sejumlah dukungan sarana dan kebutuhan Posyandu. Dukungan tersebut berupa satu antropometri kit yang meliputi timbangan bayi, stadiometer, length board, dan timbangan tinggi badan; satu Bantuan Medis Habis Terpakai (BMHT Kit) yang terdiri atas kasa steril, kasa perban, plester rol, pouch P3K, povidon iodine 10 persen, dan plester luka.

Selain itu, disalurkan pula 51 paket snack anak, 50 paket sembako, lima dus air mineral, serta satu dus Promina snack rice strawberry. Dukungan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian TP Posyandu dan TP PKK kepada masyarakat setempat, termasuk dalam konteks masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah NTT.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik lingkungan, tetapi juga pemulihan ketahanan keluarga dan sosial masyarakat. Dalam hal ini, peran Posyandu dan PKK menjadi sangat penting sebagai penggerak perubahan di tingkat keluarga dan komunitas,” tambahnya.

Safriati mengajak pengurus/kader PKK dan pengurus/kader Posyandu untuk terus aktif melakukan pendampingan, edukasi kesehatan, serta memastikan pelayanan Posyandu tetap berjalan, terutama bagi kelompok rentan. Kehadiran kader di tengah masyarakat akan menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi keluarga yang terdampak.

“Mari kita bangun kembali kehidupan masyarakat dengan semangat gotong royong, saling peduli, dan saling menguatkan, agar daerah terdampak dapat pulih dan bangkit dengan lebih baik. Saya percaya dan yakin, dengan dukungan seluruh pihak dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Ketua TP Posyandu Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Barat Trince Yuni Endi, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Manggarai Barat Maria Melly Weng, Kepala Desa Batu Cermin Marianus Yono Jehanu, Ketua TP PKK Desa Batu Cermin Yovita Dewi Suriany, pengurus/kader TP Posyandu dan TP PKK Kabupaten Manggarai Barat, serta perwakilan dari lima Posyandu Kabupaten Manggarai Barat.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri