Krisis Air Saat Kemarau, GPM Sleman Bantu Penuhi Kebutuhan Air Mushola

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Kemarau panjang mulai mengancam ketersediaan air bersih warga Sleman, termasuk jamaah Mushola At-Takwa Wukirharjo yang membutuhkan air untuk beribadah saat kemarau berlangsung.
‎
Kondisi kekurangan air tersebut dirasakan masyarakat Dusun Losari 2, RT 03/RW 02, Kalurahan Wukirharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, selama musim kemarau panjang ini berlangsung.
‎
Merespons kondisi itu, Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Sleman turut mengawal bantuan air bersih dari Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bagi jamaah dan warga sekitar.
‎
Bantuan tersebut disalurkan Kamis (1/10/2026), sekitar pukul 12.00 WIB, dan diterima langsung Takmir Mushola At-Takwa, Marsudi, setempat, bagi masyarakat setempat.
‎
Rubinem Guseng, Wakabid Gerakan Sosial GPM Sleman, mengatakan bantuan air menjadi kebutuhan penting ketika kemarau mulai mengganggu aktivitas warga di wilayah tersebut.
‎
“Ketika kemarau panjang menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih, persoalan ini harus segera mendapatkan perhatian,” ujar Rubinem Guseng saat ini berlangsung.
‎
Menurut Rubinem, kebutuhan air bersih bukan sekadar urusan rumah tangga, tetapi juga menyangkut kelancaran ibadah masyarakat di lingkungan tersebut bagi warga terdampak.
‎
“Apalagi sampai mengganggu kebutuhan wudhu untuk beribadah, maka persoalan ini harus segera mendapatkan perhatian,” tegasnya saat mengawal penyaluran bantuan di tengah kemarau panjang.
‎
Rubinem menegaskan GPM Sleman ingin memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang menghadapi persoalan kekurangan air bersih secara langsung secara langsung di lapangan.
‎
“GPM Sleman hadir untuk mengawal agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat,” kata Rubinem Guseng dalam kesempatan tersebut di tengah kondisi kekeringan.
‎
Menurut dia, gerakan sosial harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan dasar yang membutuhkan respons cepat di lingkungan masyarakat.
‎
“Kami tidak ingin hanya berbicara tentang keberpihakan kepada rakyat, tetapi harus mampu hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan konkret,” ujarnya secara nyata di lapangan.
‎
Rubinem juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa atas bantuan air bersih yang diberikan kepada warga Wukirharjo kepada masyarakat yang membutuhkan.
‎
“Kami berterima kasih kepada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang telah memberikan bantuan air bersih,” ujar Rubinem kepada warga Wukirharjo secara langsung.
‎
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan jamaah Mushola At-Takwa sekaligus membantu masyarakat sekitar menghadapi kemarau panjang yang berlangsung di tengah kekeringan.
‎
“Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan jamaah Mushola At-Takwa dan masyarakat sekitar selama musim kemarau,” tambah Rubinem bagi warga terdampak kekeringan.
‎
GPM Sleman juga mengajak seluruh pihak meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih di tengah kemarau.
‎
Rubinem menilai koordinasi pemerintah, organisasi kepemudaan, masyarakat, serta berbagai elemen sosial diperlukan agar penanganan kekurangan air berlangsung cepat secara cepat dan tepat.
‎
“Kita perlu bersama-sama memastikan masyarakat terdampak kekeringan mendapatkan perhatian dan bantuan yang mereka butuhkan,” katanya di wilayah Wukirharjo secara bersama-sama.
‎
Bagi GPM Sleman, membantu rakyat bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari pengabdian dan perjuangan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kepada masyarakat terdampak.
‎
“Ketika kebutuhan dasar masyarakat terganggu, kehadiran gerakan sosial harus terasa dan memberikan manfaat secara nyata,” tegas Rubinem Guseng di tengah kemarau panjang.
‎
Penyaluran bantuan air bersih tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama untuk menjaga kebutuhan warga sekaligus mendukung kelancaran ibadah selama kemarau di kawasan Wukirharjo.(Ady)