FKPPAI DIY Temui Wali Kota Yogyakarta, Siapkan Pelantikan 9 Oktober 2026
FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – FKPPAI DIY menemui Wali Kota Yogyakarta di Balai Kota, Rabu pagi, membahas pelantikan organisasi serta gagasan pengembangan layanan kesehatan alternatif dalam pertemuan tersebut kini.
Pertemuan berlangsung pada Rabu (30/6/2026), dengan rombongan FKPPAI menyampaikan sejumlah agenda organisasi kepada Wali Kota Yogyakarta secara langsung dalam audiensi pagi secara resmi.
Bunda Arum Candra Wimba, Ketua DPD FKPPAI DIY terpilih, mengatakan rombongan diterima baik dalam audiensi tersebut oleh Wali Kota Yogyakarta pada Rabu untuk masyarakat.
“Kami memohon kesediaan Pak Wali Kota membuka dan memberikan sambutan pada pelantikan FKPPAI DIY,” kata Bunda Arum seusai pertemuan di Balai Kota
Yogyakarta.
Pelantikan FKPPAI DIY direncanakan berlangsung pada 9 Oktober 2026 di kantor DPD RI DIY, Jalan Kusumanegara, Kota Yogyakarta sebagai lokasi acara pelantikan secara terbuka.
Bunda Arum berharap pegiat spiritual dan budayawan turut hadir mendukung pelantikan sekaligus membantu memperkenalkan FKPPAI kepada masyarakat luas di wilayah DIY di wilayah DIY.
“Kami berharap para pegiat spiritual dan budayawan ikut mendukung, sehingga keberadaan FKPPAI semakin dikenal masyarakat,” ujar Bunda Arum di wilayah DIY pada hari itu.
Menurut Bunda Arum, silaturahmi juga diarahkan untuk mempererat hubungan bidang kesehatan serta menjajaki kemungkinan sinergi bersama rumah sakit secara bertahap ke depan secara langsung.
“Harapannya, komunikasi bidang kesehatan semakin terbuka dan nantinya bisa terjalin sinergi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya kepada awak media seusai audiensi dalam forum.
FKPPAI dalam audiensi tersebut diperkenalkan sebagai organisasi berskala nasional yang menurut keterangan peserta telah berdiri sekitar 26 tahun berdasarkan keterangan audiensi pada audiensi ini.
Ketua DPP FKPPAI disebut Ki Sawong Rasa, sementara pengurus daerah DIY kini menyiapkan agenda pelantikan dan pengembangan organisasi untuk periode mendatang bersama pengurus kini.
Salah satu gagasan yang muncul dalam pertemuan ialah pertemuan ilmiah tahunan untuk mempresentasikan hasil kegiatan dan pengalaman praktik penyembuhan pada agenda organisasi secara rutin.
Usulan pertemuan ilmiah tersebut diarahkan menjadi ruang berbagi pengalaman, sekaligus membuka pembahasan mengenai praktik terapi yang selama ini dilakukan bersama peserta pada kesempatan tersebut.
“Gagasan ini masih berupa usulan, sehingga kami akan membahasnya lebih lanjut melalui forum internal organisasi,” kata Bunda Arum pada tahap pembahasan selanjutnya secara terbuka.
Dokumentasi hasil terapi juga menjadi perhatian, terutama untuk menjadi bahan diskusi serta kajian pengembangan praktik yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengembangan praktik tersebut bersama peserta.
Rombongan turut membahas kemungkinan menghadirkan dokter dan tenaga kesehatan dalam diskusi untuk menjajaki bentuk kerja sama bermanfaat secara ilmiah dan terbuka bersama masyarakat kini.
“Kalau dokter dan tenaga kesehatan bisa berdialog bersama, tentu pengetahuan dan pengalaman dapat dibahas secara lebih terbuka,” ujarnya dalam forum yang sama hari ini.
Dalam audiensi tersebut, Wali Kota juga membahas mengenai sinergi dengan rumah sakit juga masih berada pada tahap penjajakan dan belum menjadi kerja sama resmi untuk kepentingan masyarakat luas ke depan.
Selain kesehatan, juga menyinggung istilah “Oriental medicine” dalam kaitannya dengan pengobatan tradisional yang berkembang di berbagai komunitas hingga kini di Yogyakarta untuk saat ini.
Masukan tersebut mencakup kemungkinan pertukaran pengetahuan dengan komunitas pengobatan tradisional dari negara lain untuk memperluas wawasan organisasi secara lebih luas dan terbuka untuk pembaca.
“Masukan Pak Wali Kota akan kami bawa ke forum internal FKPPAI untuk dibahas bersama,” kata Bunda Arum setelah audiensi berlangsung bersama pengurus dalam agenda.
Dalam audiensi itu, Bunda Arum menyerahkan undangan resmi kepada Wali Kota Yogyakarta sebagai bagian dari persiapan pelantikan organisasi tersebut pada pertemuan itu oleh peserta.
FKPPAI berharap rangkaian gagasan tersebut membuka ruang komunikasi lebih luas, sambil memastikan setiap rencana dikaji melalui forum organisasi sesuai rencana organisasi bersama ke depan.(waw)

