‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya

FAJARLAMPUNG.COM, ‎JOGJA – Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro membuka pawai Merti Kampung Gambiran #12 pada Minggu (20/9/2026) menghadirkan semangat kebersamaan warga dalam merawat tradisi dan budaya lokal Yogyakarta bersama warga setempat.

‎Jalan Gambiran berubah menjadi panggung budaya pada Minggu siang, ketika ratusan warga berkumpul mengikuti kirab dengan beragam penampilan khas kampung secara meriah siang itu.

‎Susanto Dwi Antoro hadir langsung menyaksikan antusiasme warga, sekaligus membuka pawai yang menjadi bagian penting rangkaian Merti Kampung Gambiran tahun 2026 ini bersama warga.

‎Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta itu melihat kirab sebagai ruang memperkuat kebersamaan, sekaligus menjaga tradisi agar tetap hidup ditengah masyarakat setempat di Yogyakarta.

‎Merti Kampung Gambiran merupakan tradisi tahunan berupa bersih desa dan kirab budaya, sebagai ungkapan syukur sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur secara bersama bagi masyarakat.

‎Suasana Jalan Gambiran sempat lengang dari kendaraan karena penutupan jalan, namun berubah ramai oleh warga yang memadati sepanjang jalur kirab tersebut sepanjang jalur utama.

‎Alunan gamelan dan musik dangdut terdengar bersamaan, mengiringi ratusan peserta yang berbaris sesuai kelompok masing-masing dengan kostum beragam dan menarik perhatian bagi seluruh pengunjung.

‎Sebagian peserta mengenakan pakaian adat Jawa, sementara lainnya tampil sebagai tokoh hantu dan berbagai karakter, menciptakan suasana kirab semakin meriah bagi warga di tengah.

‎Susanto Dwi Antoro menjadi salah satu perhatian dalam pembukaan pawai, saat warga bersama-sama merayakan tradisi yang mengedepankan kerukunan kampung dan kebudayaan lokal saat itu.

‎Kirab Bregodo menjadi daya tarik utama, menampilkan warga lokal berkostum prajurit tradisional Jawa yang mengingatkan masyarakat pada kekayaan budaya Yogyakarta dan sejarahnya terus berkembang.

‎Gunungan hasil bumi turut diarak, membawa sayur, buah, serta makanan tradisional yang dihimpun dari lima RW wilayah Kampung Gambiran sebagai persembahan bersama dari warga.

‎Rangkaian Merti Kampung juga menghadirkan pentas seni dan hiburan rakyat, mempertemukan warga dalam suasana “guyub, hangat, gayeng”, dan penuh kegembiraan bersama di tengah masyarakat.

‎Susanto Dwi Antoro hadir bukan sekadar menyaksikan, tetapi membuka pawai sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat setempat.

‎Kehadiran Susanto Dwi Antoro memberi ruang dialog simbolik antara wakil rakyat dan warga, melalui momentum budaya yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam kebersamaan tersebut.

‎Tradisi seperti Merti Kampung Gambiran menunjukkan budaya lokal tetap memiliki ruang kuat, ketika warga bersama-sama menjaga kegiatan dan meneruskannya kepada generasi berikutnya masa mendatang.

‎Susanto Dwi Antoro menjadi figur yang disorot dalam pembukaan, seiring semangat warga mempertahankan tradisi melalui partisipasi lintas kelompok dan generasi kampung secara bersama kebersamaan.

‎Bagi warga, rangkaian tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan momentum mempererat persaudaraan, menjaga lingkungan, serta meneguhkan identitas budaya Kampung Gambiran bersama-sama secara berkelanjutan untuk generasi.

‎Semangat kebersamaan terlihat dari keterlibatan warga lima RW, peserta kirab, seniman, serta masyarakat yang memenuhi jalur pawai sejak siang hari dengan antusias sepanjang acara.

‎Susanto Dwi Antoro dan warga Gambiran menutup momentum pembukaan dengan semangat menjaga budaya, memperkuat kerukunan, serta membuat kampung semakin berseri dan lestari untuk masa.(WAW)