197 Booth, 600 Lebih Brand Kopi, Jogja Coffee Week 2026 Resmi Bergulir
FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA – Jogja Coffee Week (JCW) 2026 kembali hadir menyapa para pencinta kopi. Memasuki penyelenggaraan ke-6, festival kopi yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, ini tampil semakin besar dengan menghadirkan 197 booth dan lebih dari 600 brand.
Opening ceremony Jogja Coffee Week 2026 digelar pada Jumat (4/9/2026). Tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya pelaku industri kopi, JCW tahun ini juga menghadirkan beragam program mulai dari workshop, talkshow, entertainment, hingga berbagai kompetisi.
Ketua Organizing Committee (OC) Jogja Coffee Week 2026, Rahadi Saotata Abra, mengatakan penyelenggaraan tahun ini membawa sejumlah perkembangan baru.
“Setelah ke-6 kalinya kami menjalankan Jogja Coffee Week, untuk tahun ini kami laporkan bahwa Jogja Coffee Week ke-6 ini bisa menghadirkan 197 booth dan mungkin lebih dari 600 brand,” ujar Rahadi saat opening ceremony.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Indonesia Coffee Business Summit (ICBS) yang untuk pertama kalinya digelar sebagai bagian dari rangkaian JCW. Agenda tersebut merupakan hasil kolaborasi Jogja Coffee Week dengan Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI).
Indonesia Coffee Business Summit akan digelar pada Sabtu (5/9/2026). Menurut Rahadi, forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan dan arah perkembangan industri kopi nasional.
“Tujuannya untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan atau keputusan-keputusan terkait dunia kopi,” katanya.
Forum tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi pemerintah maupun para pemangku kepentingan dalam menentukan arah kebijakan industri kopi Indonesia.
Selain menghadirkan forum bisnis, JCW 2026 juga kembali menggelar Green Bean Competition atau kompetisi biji kopi. Tahun ini, sebanyak 150 sampel biji kopi berhasil dihimpun dari berbagai daerah di Indonesia.
Menariknya, peserta kompetisi datang dari wilayah yang sangat beragam, mulai dari Aceh hingga Papua Pegunungan.
Tiga kategori dipertandingkan dalam Green Bean Competition 2026, yakni Robusta, Arabica, dan Liberica.
Para pemenang juga mendapatkan apresiasi istimewa berupa Piala Raja. Rahadi mengungkapkan, pemberian penghargaan tersebut telah mendapat izin setelah pihaknya melakukan audiensi dengan pihak terkait.
“Kita mohonkan untuk semua petani yang menang, kita berikan Piala Raja. Alhamdulillah beliau mengizinkan,” ujarnya.
Menurut Rahadi, penghargaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat para petani kopi sekaligus memberikan nilai tambah terhadap hasil produksi mereka.
Tak berhenti di kompetisi, biji kopi para pemenang juga akan memasuki agenda lelang kopi pada Minggu (6/9/2026). Lelang tahun ini digelar dengan konsep hybrid sehingga peserta dapat mengikuti proses secara online maupun offline.
Pengunjung yang hadir langsung memiliki kesempatan untuk mencicipi kopi sebelum mengikuti lelang.
“Tahun lalu kita sudah adakan lelang, harganya bisa lipat lima kali. Semoga besok juga akan lebih dari itu,” kata Rahadi.
Di sisi lain, Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi, memberikan apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan Jogja Coffee Week yang dinilai menunjukkan perkembangan signifikan dari tahun ke tahun.
Ia menilai perkembangan industri kopi saat ini tidak hanya berkaitan dengan semakin beragamnya produk kopi, tetapi juga pertumbuhan kedai kopi, barista, hingga ekosistem usaha yang mengiringinya.
“Perkembangannya sudah luar biasa. Kopinya semakin macam-macam,” ujar GKR Mangkubumi.
Menurutnya, festival seperti JCW memiliki peran lebih luas karena tidak sekadar menjadi tempat pameran. Event tersebut juga menjadi ruang edukasi, pengembangan talenta barista, serta promosi kualitas kopi Indonesia.
Ia menilai pertumbuhan industri kopi turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Pameran kopi ini tidak hanya pameran semata, tapi juga edukasi, menciptakan barista-barista yang baru. Tentunya juga diiringi dengan kualitas kopi,” katanya.
GKR Mangkubumi juga mengapresiasi perjuangan Rahadi dan seluruh tim yang telah mempersiapkan JCW sejak awal tahun.
Sementara itu, Rahadi menyebut tingginya antusiasme pengunjung pada hari pertama menjadi salah satu indikator positif penyelenggaraan JCW 2026.
“Karena di hari pertama sudah sangat ramai. Jadi hari kedua, ketiga juga pastinya akan lebih ramai lagi,” ujarnya.
Dengan kombinasi pameran, kompetisi, edukasi, bisnis, dan hiburan, Jogja Coffee Week 2026 tidak hanya menjadi destinasi bagi pencinta kopi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi petani, roaster, barista, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat umum. (Aga)

