UMY Luluskan 126 Ners Baru, Peluang Kerja Perawat Terbuka hingga Jepang dan Jerman
FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA – Sebanyak 126 Ners baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi mengucapkan sumpah profesi dalam Sumpah Profesi Ners ke-33 di Sportorium UMY, Kamis (20/8/2026). Para lulusan didorong untuk tidak membatasi orientasi karier pada peluang kerja di dalam negeri. Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga keperawatan di berbagai negara, lulusan Ners UMY memiliki peluang untuk mengembangkan kompetensi sekaligus berkarier hingga tingkat internasional.
Wakil Rektor UMY Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan, Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa dalam satu tahun terakhir UMY telah menerima permintaan tenaga perawat untuk bekerja di sejumlah negara, antara lain Jepang, Taiwan, Arab Saudi, dan Jerman.
Menurut Slamet, peluang tersebut menunjukkan bahwa kompetensi lulusan keperawatan Indonesia tidak hanya dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di dalam negeri, tetapi juga memiliki ruang kontribusi di tingkat global. Karena itu, para Ners baru perlu memandang kelulusan dan sumpah profesi sebagai awal untuk terus mengembangkan kapasitas profesional sekaligus memperluas ruang pengabdian.
“Kalian punya kesempatan global, kesempatan yang luar biasa untuk bisa mengabdi tidak hanya di Indonesia, tetapi untuk semesta alam ini,” pesan Slamet.
Peluang tersebut sejalan dengan tingginya kebutuhan tenaga perawat Indonesia di sejumlah negara. Pada 2026, misalnya, pemerintah Indonesia memberangkatkan 313 pekerja migran Indonesia yang terdiri atas perawat dan careworker ke Jepang melalui skema Government to Government (G to G) dalam kerangka Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Sementara itu, Jerman membuka kebutuhan sebanyak 300 perawat Indonesia melalui program G to G pada 2026.
Slamet menilai pengalaman bekerja di lingkungan internasional dapat memberikan nilai tambah bagi lulusan. Selain memperluas pengalaman profesional, bekerja di negara lain juga dapat memperkaya wawasan, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta memperkenalkan kualitas tenaga profesional Indonesia di tingkat global.
Ia pun mengajak para orang tua untuk memberikan dukungan apabila putra-putri mereka memperoleh kesempatan berkarier di luar negeri. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pengembangan diri sekaligus memperluas kontribusi lulusan di tengah masyarakat internasional.
Namun, Slamet mengingatkan bahwa peluang global harus diimbangi dengan kualitas profesional dan karakter yang kuat. Menurutnya, ukuran keberhasilan perguruan tinggi tidak berhenti pada jumlah mahasiswa yang berhasil diluluskan, tetapi juga terlihat dari sejauh mana lulusan dipercaya masyarakat, dibutuhkan dunia kerja, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta memberikan dampak nyata di tempat mereka bekerja.
“Ukuran keberhasilan UMY bukan semata-mata berapa banyak mahasiswa yang diluluskan, melainkan sejauh mana lulusan tersebut dipercaya oleh masyarakat, dibutuhkan oleh dunia kerja, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta memberikan dampak nyata di tempat mereka,” tuturnya.
126 Ners Lulus Uji Kompetensi
Pesan tersebut disampaikan kepada 126 lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Ners UMY yang resmi mengucapkan sumpah profesi. Para lulusan terdiri atas 20 laki-laki dan 106 perempuan.
Ketua Program Studi Profesi Ners UMY, Kellyana Irawati, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Jiwa, menyampaikan bahwa dengan bertambahnya 126 lulusan tersebut, jumlah lulusan Ners Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY hingga saat ini telah mencapai 2.272 orang.
Dari sisi capaian akademik, seluruh 126 co-Ners angkatan ke-33 dinyatakan kompeten dalam Uji Kompetensi Ners Indonesia periode Juli 2026. Sementara itu, pada pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) periode Juni 2026, Program Studi Profesi Ners UMY mencatat tingkat kelulusan 100 persen. Seluruh peserta yang lulus juga meraih predikat cum laude.
Kualitas akademik tersebut turut diperkuat dengan keberhasilan Program Studi Profesi Ners dan Program Studi S1 Keperawatan UMY mempertahankan akreditasi Unggul berdasarkan hasil asesmen lapangan LAM-PTKes pada Juli 2024. Kedua program studi tersebut juga telah memperoleh akreditasi internasional dari ASIIN yang berlaku hingga 2030.
Kellyana berharap berbagai capaian tersebut dapat menjadi bekal bagi lulusan ketika memasuki dunia profesional. Lulusan dengan capaian akademik terbaik dari angkatan ke-33 juga memperoleh kesempatan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Program Magister Keperawatan UMY.
Lulusan Menjadi Wajah UMY
Lebih jauh, Slamet mengingatkan bahwa peluang berkarier di tingkat global juga membawa tanggung jawab yang lebih besar. Para lulusan tidak hanya membawa kompetensi sebagai tenaga keperawatan, tetapi juga membawa nama almamater ketika berada di tengah masyarakat.
Menurutnya, reputasi UMY tidak semata-mata dibangun melalui akreditasi, rekognisi internasional, pemeringkatan, maupun berbagai capaian kelembagaan. Reputasi tersebut juga sangat ditentukan oleh kualitas, profesionalisme, dan integritas para alumninya.
“Ketika lulus dari UMY, lulusan dikenal kompeten, profesional, santun, dan dapat dipercaya, maka di situlah nama baik UMY, almamater kita, akan terus tumbuh,” katanya.
Karena itu, Slamet meminta para Ners baru untuk menjaga profesionalisme, integritas, serta kemampuan beradaptasi di mana pun mereka bekerja. Kesempatan berkarier di luar negeri, menurutnya, tidak seharusnya hanya dipandang sebagai peluang memperoleh pekerjaan dan pengalaman internasional, tetapi juga sebagai ruang untuk menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, para Ners juga diharapkan membawa nilai pengabdian dalam menjalankan profesinya. Ilmu dan kompetensi keperawatan yang diperoleh selama pendidikan hendaknya tidak berhenti sebagai modal untuk mencapai keberhasilan pribadi, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan peluang kerja yang terbuka hingga Jepang, Taiwan, Arab Saudi, dan Jerman, 126 Ners baru UMY kini memasuki fase baru dalam perjalanan profesional mereka. Bagi UMY, semakin luasnya peluang tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan tenaga keperawatan yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan mampu membawa nilai-nilai kemanusiaan Indonesia ke tingkat global. (GLA)
Sumber : humas umy

