Mentrans Iftitah: Kunci Keberhasilan Hilirisasi Ada pada SDM yang Berorientasi Menuntaskan Misi

FAJARLAMPUNG.COM, Bogor – Keberhasilan hilirisasi, industrialisasi, dan lahirnya kawasan-kawasan ekonomi baru tidak hanya ditentukan oleh investasi, teknologi, atau melimpahnya sumber daya alam. Menurut Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, faktor yang paling menentukan adalah sumber daya manusia (SDM) unggul yang bekerja dengan disiplin dan berorientasi pada penyelesaian misi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Iftitah saat memberikan pembekalan kepada 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Bogor, Jawa Barat pada Senin (27/7). Menurutnya, Indonesia membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mampu memastikan setiap tugas menghasilkan solusi dan setiap target benar-benar tercapai.

“Kalau kita ingin hilirisasi berhasil, kawasan-kawasan ekonomi baru tumbuh, dan Indonesia menjadi negara maju, maka kita membutuhkan SDM unggul. Kuncinya adalah kedisiplinan yang berorientasi pada keberhasilan menuntaskan misi,” tegas Menteri Iftitah.

Ia menjelaskan disiplin tidak cukup dimaknai sebagai ketepatan waktu atau kepatuhan terhadap aturan. Dalam konteks pembangunan, disiplin harus diwujudkan dalam kemampuan menyelesaikan persoalan, mencapai target, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Disiplin bukan sekadar datang tepat waktu atau baris-berbaris. Disiplin adalah memastikan setiap misi selesai, setiap target tercapai, dan setiap pekerjaan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Menteri Iftitah, semangat tersebut menjadi fondasi Transformasi Transmigrasi yang tengah dijalankan pemerintah. Transmigrasi kini tidak lagi dipahami sekadar memindahkan penduduk, tetapi menjadi strategi membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat persatuan Indonesia.

Karena itu, setiap kawasan transmigrasi membutuhkan SDM yang mampu mengidentifikasi persoalan, menghadirkan inovasi, mengembangkan potensi lokal, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain kemampuan teknis, Menteri Iftitah juga menekankan pentingnya kemampuan membangun kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih cepat apabila SDM mampu memahami karakter, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Kementerian Transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan penduduk. Kita membangun peradaban dan memindahkan kehidupan. Karena itu kita harus memiliki cultural attachment. Persatuan Indonesia tidak cukup hanya di atas peta, tetapi juga harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap Tim Ekspedisi Patriot menjadi contoh SDM unggul yang mampu menggabungkan ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial untuk menghadirkan solusi nyata di kawasan transmigrasi.

Tim Ekspedisi Patriot 2026 terdiri atas 1.476 peserta yang terbagi dalam 246 tim dan akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Mereka akan memetakan potensi daerah, mengidentifikasi tantangan pembangunan, serta menyusun rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan untuk mempercepat pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. (LSI)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi