UMY Gelar Book Camp 2026, Dorong Dosen Tingkatkan Publikasi Buku dan Luaran Tridarma

FAJARLAMPUNG.COM, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperkuat budaya akademik melalui peningkatan kualitas publikasi dosen. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY menyelenggarakan Book Camp 2026, sebuah program pendampingan intensif yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi buku sebagai luaran tridarma perguruan tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di UMY Student Dormitory pada Jumat (10/7/2026) tersebut diikuti oleh dosen-dosen unggulan UMY dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes., menegaskan bahwa produktivitas dosen harus diiringi dengan peningkatan mutu karya ilmiah.

“Universitas terus mendorong dosen untuk semakin produktif sekaligus meningkatkan kualitas publikasi. Peningkatan mutu tersebut akan kami dukung melalui berbagai kebijakan, termasuk pemberian insentif bagi karya yang berkualitas,” ujarnya.

Kepala Subdirektorat Publikasi Berdampak UMY, Dr. Yessi Jusman, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa Book Camp merupakan salah satu strategi universitas untuk meningkatkan produktivitas dosen dalam menghasilkan buku akademik berkualitas, baik berupa buku ajar, monograf, buku referensi, maupun book chapter.

“Publikasi buku tidak hanya penting untuk penilaian kinerja dosen di UMY maupun kenaikan jabatan akademik secara nasional, tetapi yang lebih utama adalah menjadi sumber belajar bagi mahasiswa sekaligus referensi bagi masyarakat akademik,” ujar Yessi.

Menurutnya, peserta Book Camp dipilih dari dosen yang telah memiliki rekam jejak akademik yang kuat, yakni bergelar doktor dengan jabatan fungsional minimal lektor. Mereka diharapkan mampu menghasilkan karya-karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

“Mereka merupakan sumber daya akademik unggulan UMY yang kami harapkan dapat menghasilkan buku-buku berkualitas untuk mendukung pengembangan pendidikan dan mencerdaskan masyarakat,” tambahnya.

Book Camp diselenggarakan secara intensif selama satu hari penuh dengan memanfaatkan masa libur perkuliahan agar peserta dapat fokus menyelesaikan naskah tanpa terganggu aktivitas mengajar maupun administrasi akademik.

“Pada periode ini kami mendorong dosen untuk memanfaatkan waktu secara produktif dengan menghasilkan karya yang dapat menjadi referensi penelitian maupun bahan ajar. Harapannya, buku-buku tersebut dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa UMY dan masyarakat akademik secara lebih luas,” jelas Yessi.

Selain menyediakan waktu khusus untuk menulis, DRP UMY juga menghadirkan pendamping yang telah berpengalaman dalam penulisan buku akademik. Para peserta memperoleh pembekalan mengenai karakteristik penulisan monograf dan buku referensi sebelum memasuki sesi pendampingan dan penulisan mandiri.

“Peserta menulis secara mandiri, tetapi kami menyiapkan mentor yang siap memberikan masukan kapan pun diperlukan sehingga proses penyusunan naskah menjadi lebih efektif,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat ekosistem riset dan publikasi, UMY juga telah menyempurnakan Sistem Informasi Manajemen Penelitian, Luaran, dan Pengabdian kepada Masyarakat (SIM-LITAMAS). Selain itu, seluruh naskah yang memenuhi standar penerbitan akan diproses ISBN-nya melalui UMY Press sehingga memiliki legalitas sebagai publikasi ilmiah yang siap didiseminasikan secara luas.

Yessi berharap program Book Camp mampu melahirkan lebih banyak buku akademik yang tidak hanya memenuhi indikator kinerja perguruan tinggi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Kami berharap buku-buku yang lahir dari program ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, menjadi referensi bagi peneliti maupun mahasiswa, serta berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya. (lsi)

Sumber : Humas Umy